Berita

Basuki Tjahaja Purnama dan Tito Karnavian/Net

Politik

Tito Karnavian, KPK dan Tersangkanya Ahok

SENIN, 05 DESEMBER 2016 | 11:29 WIB | OLEH: SYAHGANDA NAINGGOLAN

PIDATO Tito Karnavian, Kapolri, di hadapan jutaan ummat pada aksi 212 di Lapangan Monas lalu, yang disaksikan puluhan juta anak bangsa melalui media massa, semula diejek ejek sehingga pidato tersebut terhenti sementara. Massa mengganggu jalannya pidato dengan yel yel "tangkap Ahok !".

Namun, ketika Tito membandingkan bahwa dia bisa membuat Ahok sebagai tersangka, sebaliknya KPK yang sudah berkali kali menangani kasus korupsi Ahok, gagal menjadikan Ahok tersangka, barulah massa memuji muji Tito Karnavian.

Petikan penting pidato Tito yang bisa dilihat ulang di youtube, sbb: "... bayangkan, sudah beberapa kali diperiksa KPK, tidak bisa jadi tersangka, tapi setelah ditangani Polri, bisa jadi tersangka".


Melihat makna kalimat tersebut di atas, penyampainya adalah pimpinan puncak kepolisian dan belum ada tanggapan tegas dari KPK (ketua KPK hanya menyatakan Kapolri minta maaf soal membandingkan kasus itu saja), maka perlu kita berasumsi sebagai berikut: 1. Tito memahami bahwa sebenarnya KPK bisa lebih cepat mentersangkakan Ahok dibanding kepolisian. Tentu Tito faham hal ini mengingat kasus kasus yang ada di KPK sesungguhnya semua juga disidik oleh polisi yang ditugaskan di KPK.

2) Tito kecewa dengan KPK yang gagal mentersangkakan Ahok, padahal tekanan politik atas kasus yang ditangani lebih berat bagi Tito. Bisa jadi, jika sejak dulu KPK mentersangkakan Ahok, gejolak sosial saat ini, yang berbau isu makar tidak akan terjadi.

3) Tito menyampaikan pada publik dengan kata kata "bisa jadi tersangka" sebagai sanggahan bahwa dia selama ini dicurigai di bawah kontrol cukong cukong yang membela Ahok. Pentersangkaan terhadap Ahok menjadi simbol bahwa kepolisian dan Kapolri sendiri tidak dapat diatur atur oleh kekuatan pemilik modal atau cukong cukong. Selama ini berkembang isu  seolah olah cukong cukong sudah seperti di film film mafia dan gengster, mereka dapat mengatur semua dengan uang. Tito sendiri, dalam pertemuan dengan para aktifis politik beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa hubungannya dengan Ahok ketika menjadi Kapolda, hanyalah hubungan dinas belaka.

Pertanyaan berikutnya buat kita, setelah pidato Tito tersebut berlangsung beberapa hari, KPK tidak merespon sama sekali pernyataan Tito tersebut. Apakah benar dugaan publik selama ini justru KPK lah pelindung Ahok? Bukankah justru kasus Cicak vs Buaya jilid satu dan dua, pertarungan KPK dan Polisi di waktu lalu, menunjukkan bahwa KPK lah institusi bersih yang masih dipercaya publik?

Apakah KPK masih ingin berkelit bahwa kasus korupsi Ahok  di KPK tidak cukup barang bukti?[***]


Pendiri Sabang Merauke Circle

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya