Berita

Publika

Menyelesaikan Tumpukan Urusan Negara

MINGGU, 04 DESEMBER 2016 | 03:49 WIB

ALEXANDER Craig menyelesaikan tantangan kekusutan urusan tali-temali pengikat gerobak roda milik petani yang carut-marut itu dengan cara memotong tali-temali dengan sekali tebasan menggunakan pedang tajam. Peristiwa itu kemudian ditafsirkan sebagai metoda untuk membantai satu generasi yang berkonflik terbuka menggunakan cara genosida, agar persoalan kebernegaraan terselesaikan.

Berlari dari metoda ekstrim di bandul kanan menggunakan kepindahan bandul kiri. Sebaliknya berpindah dari bandul kiri ke bandul kanan. Tidak memilih bandul tengah, atau pun tanpa bandul. Persoalan sangkaan pelanggaran KUHP yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama disikapi oleh Rachmawati Soekarnoputri dan teman-temannya dengan permintaan untuk menyelenggarakan Sidang Istimewa MPR RI. Sidang Istimewa untuk mengembalikan Undang-Undang Dasar 1945, dengan mencabut Amandemen UUD 1945.

Sebenarnya bukan hanya persoalan Basuki Tjahaja Purnama, melainkan soal semakin menumpuknya tumpukan urusan Negara yang terasa tidak kunjung mendapatkan penyelesaian yang memuaskan. Khawatir terjadi penguatan sebagai Negara yang gagal. Suatu penguatan rasa memiliki Negara, sekalipun bukanlah sebagai pejabat Negara.


Kembali ke UUD 1945 menggunakan Dekrit Presiden adalah sebuah metoda pemecahan masalah di luar kotak, yang terkesan tidak kunjung disepakati antara pemerintah dengan DPR, DPD, dan MPR. Di luar kesepakatan elite partai politik. Juga bukan untuk mengaplikasikan metoda Alexander Craig di atas.

Gelar Sajadah 212 yang super damai ternyata masih meninggalkan persoalan dikotomi. Aksi bela kitab suci Al Qu’an dan ulama untuk menegakkan KUHP ternyata menimbulkan aspirasi gerakan Kebhinneka Tunggal Ika. Gerakan Persatuan dan Kesatuan. Suatu anti tesis terhadap sangkaan pelanggaran KUHP. Kelompok kepentingan yang berbeda itu menafsirkan sebagai ketiadaan pelanggaran KUHP. Mendikotomikan minoritas dengan kesan tirani mayoritas. Dalam perdebatan pemikiran-pemikiran kebernegaraan itu, selalu menimbulkan arus utama, arus pinggiran, dan tanpa arus.

Konflik terbuka itu mulai ditunjukkan menggunakan keberagaman metoda arak-arakan dan mengeluarkan pendapat yang berbeda. Sebuah pemanasan menjelang aksi kekerasan. Sikap Kepolisian dan Kejaksaan Agung yang tidak menahan Basuki Tjahaja Purnama tentu saja tidak diartikan untuk membiarkan gawang pengamanan ditinggalkan oleh penjaga Negara.

Tentu bukan untuk menyelesaikan persoalan penegakan hukum KUHP yang akan ditindaklanjuti menggunakan hak veto banding. Banding dan banding. Persidangan pengadilan terbuka yang sejak dari awal terkesan akan dijawab menggunakan hak azasi banding dan banding melalui pernyataan terbuka Basuki Tjahaja Purnama, sekalipun persidangan pelanggaran KUHP belum dimulai.

Hak azasi veto memveto berdasarkan sejarah Romawi akan berakhir dengan anarkhisme secara massif. Kerusuhan berpotensi memastikan disintegrasi bangsa. Kemiringan kepada China telah membuka jalan bebas hambatan untuk memastikan pematangan bahaya anarkhisme banding dan banding, yang menghabiskan solusi penegakan hukum KUHP. [***]

Sugiyono Madelan
Peneliti INDEF dan dosen Universitas Mercu Buana

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya