Berita

Politik

Menteri Puan: Jiwa Keindonesiaan Harus Terus Dibangkitkan

SABTU, 03 DESEMBER 2016 | 15:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemahaman tentang nilai kebangsaan harus dibangun kembali secara konsisten dan bersama-sama. Sebab rasa nasionalisme dan jiwa kebangsaan di kalangan anak muda saat ini mulai terkikis sedikit demi sedikit.

Pendangan ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam penutupan Diskusi Panel Serial bertema 'Membangun Budaya dan Nilai Keindonesiaan Demi Masa Depan Bangsa' di Jakarta, Jakarta (Sabtu, 3/12).
 
Puan menjelaskan, generasi muda saat ini harus bangga sebagai bangsa Indonesia. Ini artinya Pancasila sebagai dasar negara jangan sampai hanya dijadikan jargon, tapi harus disadari secara sungguh-sungguh bahwa kita semua masih bisa bersatu karena ada Pancasila sebagai dasar.
 

 
"Karena itu, saya selalu katakan pentingnya gotong royong. Ini kemudian tak bisa lepas dari Bhinneka Tunggal Ika, bahwa berdiri tegak menjadi satu dalam keragaman. Ada 17.000 pulau dan 633 suku besar yang ada di Indonesia sehingga kita harus mengatakan satu Indonesia," imbuh Puan.
 
Menko Puan juga mengingatkan bahwa gotong royong menjadi kata kunci, karena pembangunan itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pemerintah tidak bisa sendiri, golongan sendiri, ataupun parpol sendiri. Maka itulah, harus disadari kembali bahwa gotong royong menjadi kata kunci. Karena itu pula, pembangunan tak bisa lagi hanya Jawa sentris, tapi harus bersifat Indonesia sentris karena negara ini harus berkembang secara bersama-sama.
 
Pemerintah selama dua tahun terakhir, lanjut Puan, telah bergerak dengan melihat masa depan yang cerah. Sebab, semua bekerja atas dasar kesadaran betapa kemerdekaan diraih melalui perjuangan berat. "Ini menjadi motivasi bagi kalangan muda saat ini. Ketika melihat kalangan senior yang bersemangat, maka gairah pemuda juga akan tergugah untuk semangat," lanjutnya.
 
Lebih jauh Puan menjelaskan bahwa rasa nasionalisme generasi penerus bangsa akan kembali bangkit apabila melihat nilai-nilai kebudayaan. Sebab negara-negara maju selalu memegang teguh nilai budayanya. "Negara-negara maju seperti Jepang dan negara lainnya tak pernah melupakan budayanya. Makanya kita pun harus bangga dengan identitas budaya dan kebangsaan kita," lanjut Puan.
 
Ketika bicara kebangsaan, maka kepentingan golongan dan kelompok tertentu sudah tidak ada lagi. Sebab 250 juta warga Indonesia juga tidak bisa begitu saja diwakili oleh ratusan orang yang merasa dirinya lebih hebat dari yang lain.
 
Karena itulah, pemerintah saat ini menjalankan program yang terfokus pada rakyat. Misalnya memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak Indonesia dengan Kartu Indonesia Pintar. Meningkatkan kesehatan masyarakat, pemerintah membuat Kartu Indonesia Sehat yang melayani kesehatan masyarakat tidak mampu. Termasuk juga Program Keluarga Harapan untuk 6 juta keluarga.
 
"Kita ikut bangga ketika ada anak bangsa yang meraih prestasi secara internasional. Ini semua karena ada rasa dan nilai kebangsaan yang masih tertanam dalam sanubari kita," jelas Puan. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya