Berita

Politik

PKS Kunjungi BKSAP AS Bahas Situasi Politik Pasca Kemenangan Trump

JUMAT, 02 DESEMBER 2016 | 04:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) melakukan kunjungan kemitraan ke parlemen dan lembaga politik di Amerika Serikat. Dalam kunjungan kemitraan tersebut, delegasi FPKS DPR RI berdialog tentang perkembangan politik AS pasca kemenangan Donald Trump.

"Kami berterima kasih atas kunjungan yang dilakukan delegasi dan saat ini kami sedang masa transisi dimana pemilu legislatif yang serentak dengan pemilu kongres dan presiden," ujar Jed Meline dari House Democracy Partnership (HDP), US House of Representatives, Amerika Serikat, Kamis (1/12/).

HDP merupakan sebuah komisi bipartisan yang beranggotakan 20 anggota DPR AS, yang dibentuk tahun 2005. HDP telah bekerjasama dengan 17 parlemen dari negara berkembang dengan tujuan untuk mendukung pengembangan institusi legislatif yang efektif, independen dan responsif, dalam kerangka penguatan hubungan bilateral negara. Dalam konteks Indonesia, HDP sesuai dengan keberadaan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) di DPR RI.


Rombongan delegasi PKS terdiri dari Mahfudz Abdurahman (Komisi V), Ahmad Zainuddin (Komisi IX), Hadi Mulyadi (Komisi VII), dan Chaerul Anwar (Komisi II).

Meline mengatakan, Indonesia adalah negara yang penting dan strategis. Menurutnya, hasil pemilu parlemen yang baru saja berlangsung tidak akan berubah banyak dengan masa sebelumnya.

"Parlemen AS berperan sebagai stabilisator terutama untuk politik luar negeri kita dalam masa transisi pemerintahan terpilih yang baru," Meline.

Sementara itu, Ahmad Zainuddin dan delegasi menyampaikan harapan semoga hubungan dan kerjasama parlemen yang terjalin, lebih baik di masa yang akan datang walaupun saat ini sedang peralihan menuju masa keanggotaan baru pasca pamilu kongres yang berbarengan dengan pemilu presiden AS kemarin.

Selain berkunjung ke HDP, rombongan delegasi juga melakukan pertemuan dengan dua lembaga nonprofit di bidang penguatan demokrasi, yaitu International Republican Institute (IRI) dan National Democratic Institute (NDI). [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya