Berita

Politik

Dari Fatima Portugal, Peziarah Berdoa Untuk Perdamaian Indonesia

JUMAT, 02 DESEMBER 2016 | 01:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Para peziarah yang berasal dari berbagai kota di Indonesia berdoa bersama dengan ujub memohon perdamaian bagi tanah air. Doa bersama dalam bentuk misa itu dipimpin oleh Romo Yustinus Dwi Karyanto dan diselenggarakan di Kapel Penampakan Bunda Maria di Fatima, Portugal, Selasa (29/11).

Demikian dijelaskan oleh penyelenggara dari JB Tour, Willy Djohary. Menurut Willy, kota Fatima di Portugal merupakan empat terakhir rombongan yang berjumlah 49 orang itu berkunjung. Mereka mengawali peziarahan dengan mengikuti misa selesainya tahun Kerahiman Illahi dengan penutupan Porta Sancta di Basilika St. Petrus, Vatikan, Italia oleh Paus Fransiskus, pada Minggu sebelumnya (20/11).
 
Di Fatima Portugal ini secara khusus para peziarah mempersembahkan misa untuk memohon perdamaian di Indonesia dan berharap bangsa Indonesia tetap bersatu seperti sedia kala tanpa terpecah karena berbagai kepentingan. Didoakan pula agar para pemimpin bangsa diberi roh kebijkasanaan dalam memimpin bangsa dan negara Indonesia.
 

 
"Bagi umat Katolik, Fatima adalah salah satu tujuan utama peziarahan rohani. Karena di kota kecil di sebelah utara kota Lisbon, Portugal ini  pada tahun 1917, diyakini umat katolik, Bunda Maria menampakkan diri kepada ketiga penggembala kecil yakni Fransisco Marto (9 tahun), Yasinta Marto (7 tahun) dan Lucia de Jesus (10 tahun) sebanyak enam kali. Kepada ketiga anak itu, pesan perdamaian bagi dunia dititipkan oleh Maria," ujar Willy Djohary.
 
Ia menjelaskan, sebanyak enam kali Maria  menampakan diri kepada ketiga anak tersebut. Penampakan terjadi selalu pada tanggal 13 pada bulan yakni diawali pada 13 Mei 1917 sampai 13 Oktober 1917. Hanya pada Agustus 1917 penampakan terjadi pada 19 Agustus karena pada tanggal 13 Agustus ketiga anak itu ditahan oleh penguasa setempat.
 
Selain karena penampakan itu sendiri, Fatima juga menjadi terkenal karena adanya rahasia (ramalan) Fatima yang disampaikan Maria kepada ketika anak tersebut. Rahasia ketiga dipegang erat oleh Lucia dan baru diberikan kepada Paus Paulus VI pada saat berziarah ke Fatima pada tahun 1967 meski tidak diumumkan isinya. Ketiga rahasia itu berisi tentang Perang Dunia, Kehancuran Komunisme dan Terbunuhnya Paus. Dua ramalan sudah terjadi dan upaya pembunuhan Paus Yohanes Paulus II pada 13 Mei 1981 ditafsirkan sebagai pemenuhan ketiga rahasia tersebut.
 
"Yang dapat kami lakukan dari tempat suci ini adalah, mendoakan bangsa, para pemimpin, tanah air dan negera Indonesia agar terhindar dari segala bentuk perpecahan, konflik saudara dan tidak lupa yang paling penting adalah memohon perdamaian bagi bangsa Indonesia," ujar Willy Djohary. 
 
Menurut Willy yang telah menjadi pemimpin ziarah ke luar negeri lebih dari 100 kali, ziarah kali ini memang memiliki arti penting. Selain karena selesainya Tahun Kerahiman yang ditandai dengan penutupan Pintu Suci Basilika Santo Petrus di Vatikan dan juga kunjungan para peziarah ke Fatima, Portugal itu sangat penting karena untuk berdoa bagi perdamaian di Indonesia. Menurutnya, para peziarah antara lain datang dari Menado, Palu, Makasar, Palembang, Jakarta, Surabaya, Sukabumi, Tangerang, Yogyakarta dan Pemalang. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya