Berita

Chappy Hakim/net

Pertahanan

Kivlan Zein: Chappy Orang Bersih, Tidak Pantas Di Freeport

SELASA, 29 NOVEMBER 2016 | 14:10 WIB | LAPORAN:

Tokoh purnawirawan TNI AD, Mayjen TNI Kivlan Zen, menyayangkan teman seangkatannya di Akademi Militer, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, menerima jabatan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Menurut Kivlan, Chappy sebenarnya orang baik. Karena itu, baginya Chappy tidak pantas bergumul di tempat yang penuh friksi seperti Freeport.

"Dia teman saya, satu angkatan di 71. Sudahlah, kalau itu tempat friksi, jangan dimasuki. Itu baru nasionalis, sebagai TNI. Kalau masuk situ (Freeport) kan ada friksi walapun dia bersih," kata Kivlan, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/11).


Kivlan sendiri mengaku sangat mengenal sosok Chappy Hakim sebagai sesama purnawirawan jenderal. Dia khawatir Chappy tidak tahan terhadap permainan-permainan penuh intrik PT Freeport maupun pemerintah pusat.

Soal dugaan adanya tokoh yang mendorong nama Chappy Hakim menjadi Presdir Freeport, Kivlan mengaku tidak tahu pasti. Tetapi ketika disinggung nama Luhut Binsar Panjaitan yang kini menjabat Menko Maritim, Kivlan mengakui ada kemungkinan itu. Kivlan membeberkan, Luhut juga yang berulang kali menawari dia posisi Duta Besar RI untuk Filipina, tapi ia enggan menerima tawaran tersebut.

"Luhut biasanya emang suka 'cawe-cawe' kok, ke sana ke mari dia masuk. Dari dulu memang Luhut itu, dia juga berusaha untuk goda saya, mau dijadikan Dubes Manila. Saya enggak mau. Buat apa jadi Dubes, nyambut-nyambut tamu saja jadi Dubes itu," demikian Kivlan. [ald]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya