Berita

Nusantara

PENGGUSURAN PEKAYON

Pemkot Bekasi Lecehkan Menteri Basuki

SENIN, 28 NOVEMBER 2016 | 20:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Warga Pekayon, Kota Bekasi, kembali kena teror. Hari ini, Senin (28/11), ratusan petugas Satpol PP Pemkot Bekasi dan buldozer kembali menggusur pemukiman mereka.

Aksi penggusuran lanjutan ini sama saja melecehkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Sebab, Menteri Basuki sudah mengirim tim PUPR untuk melihat kondisi gusuran.

Bahkan, Basuki berencana mengirim surat penghentian gusuran kepada Walikota Bekasi Rahnad Effendi. Diketahui, kalau lahan yang digusur adalah milik Kementerian PUPR. Diduga penggusuran untuk jalan tembus perumahan mewah.


Dari pantauan di lokasi gusuran, warga sempat tegang dengan petugas. Namun karena kalah jumlah, buldozer yang dikawal ratusan petugas Satpol PP, Polisi dan TNI membabi buta menggusur rumah warga.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bekasi, Anim Imammudin mengatakan, sejak pagi beberapa anggota Fraksi PDI Perjuangan berada di lokasi penggusuran. Hal ini dilakukan karena ada informasi bahwa tim dari Kementerian PUPR akan terjun melakukan investigasi di bekas lokasi penggusuran.

"Ini sudah kelewatan. Semua pihak yang berusaha mencari solusi untuk warga korban penggusuran, mulai dari DPRD, Komnas HAM, KPAI, sampai Menteri PUPR. Tapi tidak dihiraukan oleh Pemkot Bekasi," kata Anim geram.

Anim menjelaskan, ada sekitar 160 rumah di sepanjang salurah irigasi Pekayon Jaya-Jakasetia Kecamatan Bekasi Selatan yang digusur oleh Pemkot Bekasi pada awal November lalu. Penggusuran ini menjadi perhatian serius DPRD Kota Bekasi karena dilakukan tanpa dialog dan solusi relokasi untuk korban penggusuran. Selain itu, kasus ini juga masih bersengketa di PTUN.

"Sampai saat ini ada banyak warga yang masih tinggal di tenda-tenda, barang-barang mereka juga masih banyak yang tertinggal, proses hukum di PTUN masih berjalan, proses politik di DPRD juga belum selesai, ini masih digusur juga. Benar-benar keterlaluan," kata Anim.

Anim berharap Menteri PUPR segera mengambil sikap tegas terkait penggusuran di Kota Bekasi. Pasalnya hampir semua bangunan yang digusur berada di atas tanah milik Kementerian PUPR. Selain itu, tidak jelas peruntukannya untuk apa, karena saat dikonfirmasi ke Kementerian PUPR, belum pernah ada izin pemanfaatan lahan yang melampirkan DED.

"Kami tidak menolak pembangunan. Tapi pembangunan juga harus mempertimbangkan rasa keadilan. Komunikasi yang baik dengan warga, dan siapkan relokasi untuk korban penggusuran," tegas Anim.

Situasi baru mereda setelah beberapa anggota DPRD turun ke lokasi. Ratusan Satpol PP dan polisi berangsur meninggalkan lokasi.

Seperti diketahui, Pemkot Bekasi menargetkan penggusuran di 51 titik, sebagian besar diantaranya adalah bangunan-bangunan di atas lahan milik Kementerian PUPR yang diserahoperasikan kepada PJT II. Saat ini menggusuran sudah dilakukan di 47 titik. Sekitar 10.000 jiwa bakal kehilangan tempat tinggal.

Persoalan memanas karena Pemkot Bekasi dianggap tidak manusiawi dalam melakukan penggusuran. Tidak ada dialog dengan warga, dan tidak disiapkan relokasi.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya