Berita

Rachmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Rachma Heran Mengapa Kapolri Tito Begitu Parno Dengan Konsolidasi Tokoh Di UBK

SENIN, 28 NOVEMBER 2016 | 08:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pertemuan dan konsolidasi tokoh nasional di Universitas Bung Karno (UBK) pada tanggal 20 November lalu tidak beda dengan seminar biasa.

Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh seperti Ketua Majelis Syuro PBB MS Ka'ban, aktivis pergerakan Syahganda Nainggolan, mantan Menko Polhukam Tedjo Edhie Purdijtno, Happy Trenggono, Sri Bintang Pamungkas, Permadi, Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, Ketua Umum KAMMI Kartika Nurrakhman, musisi Ahmad Dhani, tokoh Tionghoa Lieus Sungkarisma, Fuad Bawazier, Syarwan Hamid, ekonom Ichsanuddin Noorsy ini hanyalah pertemuan biasa dengan topik-topik kritis berbagai persoalan bangsa dan negara.

Karena itu salah besar bila pertemuan ini dianggap sebagai bagian dari upaya makar.


"Ada apa Kapolri Tito dan jajarannya? Terhinggap paranoid atau karena utang budi dengan penguasa," kata pendiri UBK, Rachmawati Soekarnoputri, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 28/11).

Rachmawati menegaskan bahwa UBK seringkali mengadakan beragam kegiatan. UBK juga pernah dijadikan acara pemaparan Pangdam Jaya, acara pernikahan, bakti sosial dan lai-lain. Tentu saja kampus memiliki otoritas untuk mengadakan berbagai kegiatan tersebut.

Rachma mengingatkan, pada era Kapolda Metro Jaya dipegang Sutarman, juga pernah terjadi demonstrasi sehingga mahasiswa UBK bentrok dengan polisi. Dalam bentrokan itu konon ada mahasiswa yang membawa batu dan bambu kayu. Polisi pun menembak mahasiswa dengan peluru tajam, dan jelas-jelas tindakan polisi ini melanggar protap. Mahasiswa pun mau membalas perlakuan polisi.

Namun, sambung Rachma, atas kebijakan Sutarman dan pimpinan UBK, keduanya sepakat untuk cooling down. Bahkan Sutarman dan pimpinan UBK sama-sama menjenguk korban di RSCM. Ini contoh bukti Polisi independen mengambil langkah persuasif karena tidak terkooptasi kekuasaan.

"Bagaimana Polri sekarang? Bukan rahasia umum lagi dimana kedudukan korps Bhayangkara sejaka rezim jokowi berkuasa," sindir Rachma. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya