Berita

Foto/Net

Bisnis

Kadin Khawatir Holding BUMN Ciptakan Monopoli

SABTU, 26 NOVEMBER 2016 | 10:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai, Indonesia akan sulit bersaing secara global jika BUMN dan perusahaan swastanya jalan sendiri-sendiri. Karena itu, diharapkan pembentukan holding BUMN tidak men­imbulkan monopoli usaha dan mematikan perusahaan swasta.

Wakil Ketua Umum Bidang BUMN Kadin Adisatrya Sulisto mengatakan, perusahaan BUMN dan swasta perlu bekerja sama untuk menunjang kelangsungan iklim bisnis nasional. Apalagi, saat ini sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA).

"Persaingan perusahaan bukan lagi antar BUMNdan swasta, melainkan antar negara. Karena itu BUMNdan pelaku usaha swasta perlu segera bers­inergi agar dapat memenangkan persaingan dengan negara lain," ujarnya, kemarin.


Menurutnya, perbaikan komunikasi dan sharing in­formasi secara cepat dan ter­struktur antara BUMN dan swasta harus segera dilakukan untuk menghindari adanya permasalahan praktik monop­oli dalam dunia usaha Tanah Air. Hal ini seiring dengan rencana pemerintah membuat enam holding BUMN, yaitu bidang tambang, minyak dan gas, infrastrukur, keuangan, perumahan, dan pangan.

Dengan operasi bisnis BUMN yang sangat didukung pemerin­tah tersebut, Adi mengatakan, pelaku usaha swasta khawatir akan terjadinya kembali mo­nopoli usaha dan persaingan tidak sehat. Pemerintah harus mempertimbangkan keseimban­gan, keberlanjutan sektor usaha yang dimiliki oleh swasta

"Swasta juga memiliki peran untuk menciptakan daya saing dan persaingan yang sehat,"kata Adi.

Bahkan, tambah Adi, dengan rencana revisi Undang-Undang No 19 tahun 2003 tentang BUMN yang akan memberikan keleluasaan kepada BUMN untuk menunjuk langsung serta memberikan kesempatan yang sangat luas bagi anak perusa­haan BUMN untuk memon­opoli usaha, diperkirakan akan mematikan usaha swasta di sektor tersebut.

"Tidak sedikit pihak swasta yang khawatir dengan impact dari holding ini. Maka, kita berharap dengan adanya kon­silolidasi ke depan, sinergi BUMN dan swasta bisa lebih ditingkatkan. Banyak swasta yang mumpuni untuk mendu­kung pemerintah dalam mem­bangun ekonomi nasional," tuturnya.

Menteri Keuangan Sri Mu­lyani Indrawati sebelumnya mengatakan, pembentukan holding BUMN diharapkan menjadi solusi badan usaha itu mampu memenangkan per­saingan global. "Diharapkan menjadikan BUMN bekerja lebih efisien dan memperkuat daya saingnya dalam kom­petisi global," katanya.

Menurut dia, dengan pem­bentukan holding BUMN maka perusahaan-perusahaan negara dapat bersaing secara lebih kompetitif dalam menghadapi pasar global. Selain itu, pem­bentukan holding juga akan meningkatkan nilai perusahaan dalam memperkuat struktur permodalan, peningkatan aset, serta efisiensi usaha.

"Ini mendorong BUMN menjadi the real player in the world dalam era pasar bebas," katanya.

Menurut dia, kondisi BUMN yang saat ini bisnisnya terp­isah-pisah membuat struktur permodalan BUMN men­jadi tidak kompetitif. Akibat­nya, kegiatan pembangunan BUMN sangat bergantung dari suntikan modal dari pemerin­tah melalui APBN. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya