Berita

Politik

Soal Pergantian Ketua DPR, Megawati Minta Akom Ikuti Aturan

JUMAT, 25 NOVEMBER 2016 | 17:39 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Ketua DPR Ade Komaruddin mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Dia menemui Presiden RI ke-5 tersebut untuk memintai pendapat terkait keputusan Pleno Golkar yang mengembalikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI.

"Saya ucapakan terima kasih terutama kepada Ibu (Megawati) dan saya alhamdulillah diterima dengan cepat untuk meminta pendapat negarawan kita, salah satu negarawan ini yaitu Ibu Megawati presiden kelima," ungkapnya usai melakukan pertemuan di kediaman Mega, Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11).


Tokoh Golkar yang akrab disapa Akom ini mengakui memiliki hubungan dekat dengan mendiang almarhum Taufiq Kiemas dan Megawati. Karena itulah dia menemui Mega untuk meminta pendapat.

"Ini secara pribadi yah, saya punya hubungan dekat cukup lama untuk meminta nasehat kepada beliau seorang negarawan Presiden kelima," terangnya.

Meski begitu, Akom menegaskan posisi Megawati sebagai Ketum PDIP tidak bermaksud sama sekali untuk melakukan intervensi terhadap dirinya.

"Beliau Ketum PDIP tapi, saya datang ke sini bukan dalam posisi beliau Ketum PDIP. Tapi, sebagai senior, sebagai tokoh bangsa ini," ungkapnya.

Namun, Megawati tidak ingin mencampuri partai lain. Cuma, Megawati memintanya untuk taat aturan.

"Beliau mengajarkan kepada saya dan itu tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Yang penting dalam berpolitik dan bernegara ini kita semua mentaati aturan yang ada," tandasnya.

"Kalau DPR adalah Dewan Perwakilan Rakyat. Kalau dipakai, tentu aturan partai. Tanpa bermaksud sekali lagi kata Ibu intervensi kepada partai lain," demikian Akom. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya