Berita

Publika

Penistaan Al Maidah Dan Hidangan Politik Jokowi

RABU, 23 NOVEMBER 2016 | 16:00 WIB

SETELAH aksi besar umat Islam 411 yang jumlah massanya di luar perkiraan Intelijen, Jokowi melakukan manuver dengan kunjungan ke berbagai pemimpin parpol, ormas Islam mainstream, bahkan pasukan elite TNI.

Terakhir kali adalah Jokowi mengundang beberapa pemimpin parpol ke Istana dengan menyajikan hidangan makan.

Disengaja atau tidak, situasi politik yang dimulai dengan penistaan agama pada surah Al Maidah (yang artinya Hidangan) masih berlanjut dengan mempertontonkan hidangan di istana. Percaya atau tidak, kekuatan langit sepertinya ingin umat Islam menyaksikan mukjizat dari surah Al Maidah. Mukjizat yang telah terbukti adalah jumlah massa yang hadir dalam aksi besar 411 yang belum pernah terjadi dalam sejarah demonstrasi kepada penguasa di Indonesia.


Makna surah Al Maidah bukan sekedar hidangan saja. Ini adalah kisah pengikut nabi Isa putera Maryam, setelah berpuasa 30 hari, ketika akan berbuka puasa di ujung bulan, mereka meminta Nabi Isa untuk memohon kepada Allah menurunkan hidangan dari langit. Sekali lagi, hidangan yang benar-benar turun dari langit, bukan hidangan yang tiba-tiba muncul di atas meja. Ini adalah bentuk bagaimana umat nabi Isa ingin lebih meyakini Allah yang maha Esa.

Makna kasus penistaan Al Maidah bagi Umat Islam

Tuntutan umat Islam atas penistaan agama terkait surah Al Maidah ini tidak sekedar melakukan tuntutan hukum semata. Lebih dari itu, tuntutan hukum yang berwujud dalam suatu gerakan besar ini mempunyai dua makna.

Pertama adalah makna sosio-kultutal. Ketika umat Islam menuntut Ahok ditangkap, maka sesungguhnya umat Islam sedang menunjukkan penolakan kepada Ahok untuk menjadi Gubernur DKI. Persoalan hukum adalah suatu kepastian hukum yang harus diterima Ahok, tetapi persoalan kepemimpinan dalam kehidupan umat Islam adalah persoalan lain di mana umat Islam juga tidak bisa lagi menerima cara-cara memimpin Ahok. Menurut Vigotsky, jalan pikiran seseorang dapat dikenali dengan cara menelusuri asal usul tindakan sadarnya dari interaksi sosial (aktivitas dan bahasa yang digunakan) yang dilatari sejarah hidupnya.

Kedua adalah makna kontekstual dan situasional. Dalam perspektif ini, sangatlah tidak mungkin melihat seorang Ahok tanpa mempertimbangkan kolaborasi orang-orang penting di lingkungannya. Umat Islam melihat bahwa Ahok sebagai representasi China overseas yang ingin menguasai Jakarta melalui berbagai proyek, salah satunya reklamasi. Tuntutan hukum agar Ahok ditangkap bukan sekedar menolak Ahok menjadi gubernur DKI tetapi juga menunjukkan bahwa umat Islam sedang menolak hegemoni asing dalam kehidupan bangsa. Menolak penguasaan asing atas aset-aset ekonomi, lembaga hukum, media bahkan pengaruh asing dalam Polri-TNI.

Makna hidangan politik Jokowi

Ketika Jokowi mengundang Megawati dan Surya Paloh bergantian ke Istana dan mempertontonkan makan hidangan kepada seluruh rakyat Indonesia, rakyat akan bertanya beginikah cara pemimpin saat menghadapi permasalahan besar bangsa? Apa maksud harus disiarkan ke publik sesi makan hidangan ini? Tidakkah cukup dengan sampaikan ke publik hasil pertemuan dalam bentuk solusi?

Barangkali lingkaran Istana juga tidak tahu apa makna hidangan politik Jokowi ini. Atau barangkali Jokowi pun tidak tahu makna hidangan politiknya sendiri. Atau barangkali hanya Tuhan yang tahu makna hidangan politik Jokowi, seperti halnya Tuhan tahu mengapa Jokowi tidak mau menemui para wakil ulama saat datang ke Istana pada aksi besar 411.

Tetapi di luar semua alasan spiritual itu, sebagai manusia (pemimpin), melalui hidangan politik ini, Jokowi telah mempertontonkan bahwa ia tidak memiliki sensitivitas pada krisis bangsa yang setiap saat dapat menghancurkan NKRI. Alangkah eloknya hidangan politik itu diberikan kepada para ulama yang datang pada aksi besar 411, bukan kepada para pemimpin parpol yang menjadi pendukung Jokowi.

Benar setiap zaman ada pemimpinnya dan benar tiap pemimpin akan ada zamannya. Tetapi sejak dulu nilai dasar seorang pemimpin tidak berubah. Ia diharapkan memiliki integritas, visioner, berani mengambil dan menghadapi risiko, pemberi solusi dan lain sebagainya.

Kini rakyat melihat jelas bahwa Jokowi tidak memiliki syarat itu semua. Maka ketika pintu Istana tertutup bagi rakyat, sementara Jokowi tetap asyik dengan hidangan politik bersama para elite parpol, maka jangan salahkan jika rakyat akan memaksa masuk Istana dan membubarkan "pesta hidangan" Jokowi ini. [***]

Gde Siriana

Peneliti Soekarno Institute For Leadership

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya