Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

45 Daerah di Indonesia Masuk Nominasi ISNA 2016

SELASA, 22 NOVEMBER 2016 | 21:48 WIB

RMOL. Citiasia Center for Smart Nation akan meluncurkan hasil studi Indonesia Smart Nation Index 2016 (Indeks Daerah Pintar 2016).

Selain itu, daerah-daerah dengan raihan nilai indeks tertinggi juga akan diumumkan dalam Malam Penganugerahan Indonesia Smart Nation Award 2016, 29 November mendatang di Hotel Bidakara Jakarta.

Menurut Founder & Chairman Citiasia, Dr. Cahyana Ahmadjayadi menjelaskan, indeks ini mengukur kondisi seluruh daerah di Indonesia (34 provinsi, 412 kabupaten, dan 93 kota). Adapun indeks diukur berdasarkan data terpublikasi dari berbagai sumber (data kementerian/lembaga, statistik wilayah seluruh Indonesia, web resmi Pemda) beserta analisis 72 media cetak nasional dan lokal serta 100 media online.


Indonesia Smart Nation Index sendiri pada dasarnya dihitung dari dua indeks penyusun, yaitu indeks kesiapan menuju daerah pintar (Smart Readiness Index) dan indeks kinerja daerah pintar (Smart Region Index).

"Di dalam Smart Readiness Index, terdapat lima dimensi yang diukur, yaitu sumber daya alam (nature), struktur, infrastruktur, suprastruktur, dan kultur sebuah daerah. Sedangkan pada Smart Region Index, terdapat enam dimensi yang diukur, yaitu dimensi smart governance, dimensi smart branding, dimensi smart living, dimensi smart society, dan dimensi smart environment," kata Cahyana di Jakarta, Selasa (22/11).

Dia menjelaskan, yang menjadikan studi ini memiliki kelebihan dari studi tentang pemeringkatan daerah lainnya karena telah memanfaatkan metode big data analytic yang dikembangkan oleh Citiasia,Inc. yang disebut Big CAT (Citiasia Tools for Big Data Analytic). Ini memungkinkan diolahnya data yang berskala masif dan beragam secara cepat dan akurat.

Ketua Dewan Juri ISNA 2016 Prof. Dr Marsudi W. Kisworo menegaskan bahwa Indeks ini berguna untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi suatu kota, kabupaten, provinsi dalam sebuah ukuran yang mudah untuk dipahami.

Tujuan dari disusunnya indeks ini adalah untuk menjadi salah satu acuan kondisi daerah-daerah untuk menuju Indonesia Smart Nation. Sementara manfaatnya bagi daerah sendiri dengan disusunnya indeks ini adalah sebagai alat ukur untuk melakukan inovasi-inovasi dalam pembangunan di daerahnya agar dapat menjadi daerah pintar (Smart Region).

Juri lainnya, CEO Citiasia Inc., Farid Subkhan menjelaskan, pemeringkatan ini bertujuan untuk melihat posisi kinerja daerah dan membantu meningkatkan daya saingnya secara nasional dan internasional. Utamanya, dalam membangun kesiapan daerah pintar "smart region readiness” dan membangun daerah pintar "smart region”  yang maju, kreatif, dan berkelanjutan. Kesiapan daerah pintar terutama dalam penyiapan infrastruktur fisik, digital, dan sosial.

Event ini akan para pejabat kementerian, para kepala daerah penerima penghargaan ISNA 2016,  dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dalam acara ini Citiasia Inc. juga akan melakukan peluncuran buku yang berjudul New Indonesia: Melesat Atau Kandas, Dari Smart City Menuju Smart Nation. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya