Berita

Politik

Soal Adanya Upaya Makar, Kapolri Harus Pegang Bukti Valid

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 23:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah tugas bersama. NKRI tidak boleh terpecah belah karena desakan atau keinginan kelompok tertentu.

Karena itu politisi Partai Golkar Arman Amir mengingatkan semua elemen masyarakat untuk tidak mudah terhasut dengan ajakan berbuat makar dari kelompok-kelompok tertentu.

Arman menegaskan, tindakan dari kelompok masyarakat yang bertujuan menggangu jalannya pemerintahan Presiden Jokowi dapat dikatakan sebagai tindakan makar.


"Polisi dan TNI berada digaris depan untuk mencegah upaya perbuatan Makar. Tapi jangan lupa masyarakat juga harus ikut membantu aparat penegak hukum mencegah Makar," kata Wabendum DPP Partai Golkar ini.

Arman bilang, di negara hukum tidak boleh ada satupun kelompok yang mengintervensi proses penegakan hukum. Termasuk elit politik, dari partai politik.

"Kalau ada elit politik yang mencoba menghasut warga merongrong pemerintah juga harus ditindak. Jangan karena ingin berkuasa merongrong pemerintahan yang sah," ujarnya.

Menurut dia, untuk menghindari adanya ancaman makar tentunya pemerintah harus bertindak tegas dalam melaksanakan ketentuan hukum. "Ketentuan hukum ya laksanakan dong. Masak ada orang ancam-ancam pemerintah gitu," tegasnya.

Kendati demikian, ia meminta agar penegak hukum diperkuat agar tidak ada lagi yang bisa mengancam penggulingan kekuasaan. "Tapi aparat tidak boleh juga menyebut ada upaya makar kalau tidak berdasarkan informasi yang valid," ingatnya.

Arman yakin, tindakan makar tidak akan terjadi apabila pemerintah dan rakyat bisa menjalankan perannya dengan proporsional. Makar dipicu karena ada pihak yang merasakan nilai-nilai keadilan luntur di dalam sebuah negara.

"Tugas pemerintahlah menjaga agar nilai-nilai keadilan terjaga. Ketidakadilan dimanapun itu, akan memicu bencana politik," pungkasnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan tentang adanya rencana makar atau menggulingkan pemerintahan Jokowi yang akan dilakukan oleh kelompok tertentu saat menduduki gedung DPR demo 25 November.

Karena itu pihak Polri melarang unjuk rasa digelar. [Baca: Secara Implisit, Panglima TNI dan Menko Polhukam Menyangkal Penilaian Makar Kapolri]

Secara terpisah, Ketua DPP Gerindra bidang kaderisasi, Desmon J Mahesa tidak bisa memahami pola pikir Tito Karnavian, sehingga menyampaikan pernyataan bahwa aksi demo yang akan digelar 25 November mendatang adalah juga sekaligus bertujuan menduduki Gedung DPR untuk makar atau menggulingkan pemerintah Jokowi.

"Ini aneh-aneh saja wacana yang dilontarkan Tito Karnavian. Kalau memang ada rencana untuk makar, kenapa juga gedung DPR yang akan dikuasai? Kalau mau makar yah Istana Presiden-lah yang dikuasai. Apa yang mau makar itu tidak tahu  kalau presiden itu adanya di Istana Negara bukan di DPR?” ujar Desmond J Mahesa ketika dihubungi, Senin (21/11). [zul]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

AS Siapkan Operasi Militer Jangka Panjang Terhadap Iran

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:15

Tips Menyimpan Kue Keranjang Agar Awet dan Bebas Jamur Hingga Satu Tahun

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:09

10 Ribu Warga dan Polda Metro Siap Amankan Ramadan

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:54

Siap-Siap Cek Rekening! Ini Bocoran Jadwal Pencairan THR PNS 2026

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:50

TNI di Ranah Terorisme: Ancaman bagi Supremasi Hukum

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:44

KPK Melempem Tangani Kasus CSR BI

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:37

MD Jakarta Timur Bersih-Bersih 100 Mushola Jelang Ramadhan

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:18

Rapor IHSG Sepekan Naik 3,49 Persen, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp14.889 Triliun

Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:55

Norwegia dan Italia Bersaing Ketat di Posisi Puncak Olimpiade 2026

Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:49

Bareskrim Ungkap Peran Aipda Dianita di Kasus Narkoba yang Jerat Kapolres Bima Kota Nonaktif

Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:27

Selengkapnya