Berita

Foto/RMOL

Advertorial

Gejolak Keagamaan Indonesia Berpengaruh Global

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 20:42 WIB | LAPORAN:

Indonesia merupakan paru-paru umat islam di dunia. Oleh karenanya, penting masyarakat Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Karena masa depan Islam di Dunia salah satunya ada di tangan Indonesia," ujar anggota DPD RI dari Dapil Provinsi DKI Jakarta Abdul Azis Khafia di Jakarta, Senin (21/11).

Ia mengatakan bahwa Indonesia berperan serta dalam menjaga perdamaian dunia. Untuk itu, gejolak keagamaan yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini, menurutnya, harus disikapi dengan bijak.


"Pemerintah harus mengambil sikap yang tepat dalam menyelesaikan persoalan ini," sambung Azis yang juga anggota MPR RI itu.

Sementara salah bentuk campur tangannya sebagai anggota MPR dalam menjaga NKRI adalah dengan turun langsung ke masyarakat dan menjelaskan arti dari Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika di aula Komunitas Cidodol, Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (19/11). Menurutnya, untuk menjaga perdamaian NKRI maka negara dan agama harus berada di satu garis dan haluan.

Acara tersebut ditandai dengan pemberian bingkisan Al Quran kepada seluruh peserta yang hadir. Kata Azis, acara semacam ini harus lebih sering diadakan agar masyarakat sadar akibat yang ditimbulkan dari perpecahan antar agama.

Sebagai contoh, Azis melihat kasus Pilkada DKI yang tengah berlangsung saat ini. Kasus penistaan agama yang menimpa Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menurutnya juga harus dijadikan sebagai contoh agar pejabat lebih berhati-hati saat berbicara tentang isu agama.

"Karena itu berpotensi menimbulkan polemik," tutupnya. [ian]

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya