Berita

Foto:Repro

Publika

Ditipu Travel Agent Nusatrip, Rugi Lebih Dari Rp 35 Juta

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 17:15 WIB

PADA tanggal 14 April 2016 saya dan istri membeli tiket pesawat Jakarta-Dar Es Salaam (kode pemesanan YA3AFY) via Bangkok dan Addis Ababa di laman Nusatrip.com. Harga tiket Rp 23.408.100 dengan pesawat yang digunakan adalah Egypt Air dan Ethiopian Airlines.

Saat hari keberangkatan pada tanggal 7 Agustus 2016 di Bandara Soekarno Hatta saya datang empat jam sebelum keberangkatan. Ketika saya cek di konter pelaporan penumpang, tidak ada satu pun staf yang mengetahui soal penerbangan Egypt Air.

Saya panik karena belakangan seorang staf di konter pelaporan menginformasikan kalau Egypt Air sudah beberapa bulan tidak melayani jalur Jakarta.


Hari itu saya batal terbang dengan menggunakan Egypt Air. Saya harus beralih ke maskapai lain dengan harga hampir dua kali lipat.

Saya kemudian menghubungi pihak Nusatrip melalui surat elektronik. Pada tanggal 16 Agustus 2016 mereka baru mengabarkan bila penumpang segmen Jakarta-Bangkok telah dialihkan ke maskapai Malaysia Airlines.

Nusatrip hanya berjanji akan membantu pengembalian dana penuh untuk segmen Jakarta-Bangkok dan untuk segmen Bangkok-Dar Es Salaam hanya dikenakan biaya pembatalan. Sudah barang tentu saya tidak menerima usulan ini.

Bukan hanya nilainya saja yang kecil, namun Nusatrip sungguh tidak menghargai pelanggannya karena akibat ini saya harus direpotkan dengan sejumlah urusan karena tiket bodong itu.

Beberapa kali saya mengirim surat elektronik ke Nusatrip namun tak mendapat tanggapan berarti. Mereka malah menunggu jawaban dari Egypt Air. Nusatrip sungguh tidak profesional karena saya berhubungan dengan Nusatrip bukan dengan maskapai itu.

Hingga hari ini Nusatrip tidak menunjukkan tanggung jawab untuk menyelesaikan kasus ini.


Andreas Maryoto

Delatinos  BSD City
Tangerang Selatan

(alamat lengkap dan kontak sumber ada pada redaksi)

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya