Berita

Pertahanan

KKP Kembali Tangkap 10 Kapal Asing

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 15:56 WIB | LAPORAN:

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas (KP) Perikanan kembali menangkap kapal perikanan asing (KIA).

Kali ini 10 KIA yang berhasil ditangkap karena melakukan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) di perairan Indonesia.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja.


"Ke-10 kapal ini ditangkap oleh empat kapal pengawas kita," ujar Sjarief di Jakarta, Senin, (21/11).

Empat kapal pengawas yang menangkap 10 kapal asing pada Rabu (16/11) lalu tersebut adalah KP Orca 002, KP Orca 003, KP HIU 007, dan KP Hiu 009.

Empat KIA berbendera Filipina ditangkap pada Rabu (16/11) lalu karena melanggar Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Laut Sulawesi. Di waktu dan lokasi yang sama, KP HIU 007 juga menangkap dua KIA.     

Keenam kapal tersebut telah diserahkan ke Pangkalan PSDKP Bitung. Masih di tanggal yang sama, pukul 8.14 WIB di perairan perairan Natuna, Kepulauan Riau, KP. Orca 02 telah memeriksa dan menahan tiga KIA dengan 26 orang berkewarganegaraan Vietnam. Tiga KIA berbendera Vietnam itu telah dibawa ke Satker PSDKP Tarempa untuk proses hukum lebih lanjut.

Tiga hari kemudian, KP Hiu 009 berhasil menangkap satu KIA berbendera Malaysia KM. SLFA 4654 di perairan Selat Malaka. Kapal-kapan itu dikawal ke Pangkalan PSDKP Batam.[wid]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya