Calon Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru merasa prihatin dengan masih tingginya angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan.
"Secara persentase, tingkat kemiskinan di Sumsel mencapai 13,77%, sedangkan tingkat kemiskinan secara nasional sebesar 11,13%. Jadi Sumsel berada di atas rata-rata nasional. Ini tentu tak bagus," ujarnya.
Berdasarkan data BPS tahun 2015, sebut Deru, proporsi penduduk miskin di Sumsel berada di kelompok 12 besar dari 34 provinsi. Karenanya jika dipercaya memimpin Sumsel, Deru menegaskan program pengentasan kemiskinan menjadi prioritas utama.
"Jangan dibiarkan kemiskinan terus naik, karena itu menyangkut kehidupan warga. Salah satu fokus kerja kami nanti adalah pengentasan kemiskinan dan penanganan ketimpangan pembangunan antar-daerah," ujarnya.
Deru mengemukakan gagasan solutif jangka panjang. Menurunkan angka kemiskinan, syukur kalau sampai di bawah angka kemiskinan nasional, menurutnya, harus dengan program yang memasukan berbagai pendekatan multi-sektor serta berkelanjutan.
"Memberi bantuan keuangan karitas atau bantuan kebutuhan pokok dan sejenisnya tentu bisa untuk penanggulangan darurat jangka pendek," kata Deru.
"Untuk jangka menengah panjangnya perlu melalui peningkatan keterdidikan dan pembinaan juga perlu membangun infrastruktur desa, jalan poros desa, listrik masuk desa, program sanitasi dan pembentukan dan atau aktivasi lembaga-lembaga keuangan mikro dan layanan permodalan berbasis desa," sambungnya.
Masalah kemiskinan disorot Deru yang dikenal sebagai tokoh Sumsel, ketika bertemu warga di Muara Enim, Minggu (20/11). Dalam dialog dan temu warga di Muara Enim, Deru menyatakan memohon do'a dan restu warga untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Sumsel Pilkada 2018.
Deru gencar melakukan safari politik ke berbagai daerah di Sumsel. Kegiatan tersebut dilakukannya rutin setiap akhir pekan selepas melaksanakan safari Jum'at dan Baur Taklim di Kota Palembang.
Menurut Deru, safari politik untuk menyerap masukan, berdialog dan bertatap muka secara langsung dengan semua lapisan masyarakat.
"Saya harus turun ke lapangan, tidak boleh diam menunggu laporan di meja. Jadi pemimpin itu harus mau blusukan dan blepotan, biar tahu kondisi sesungguhnya di lapangan"
"Saya berkeliling untuk menyerap aspirasi warga Sumsel. Apa mau mereka, apa masalah mereka, apa kebutuhan mereka. Jangan sampai terjadi warga butuh nasi dikasih motor balap," demikian Deru.
[dem]