Berita

Jaya Suprana

Bersaing Tidak Melakukan Kekerasan

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 08:49 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKHIR-AKHIR ini di Tanah Air Udara tercinta kita tampil suatu bentuk persaingan gaya baru yaitu persaingan dalam bidang unjuk-rasa sebagai bagian hakiki dari alam demokrasi  khusus dalam bersaing untuk TIDAK melakukan kekerasan.

Kelompok yang bersaing dalam unjuk-rasa masing-masing tidak mau kalah ketimbang kelompok lainnya dalam hal TIDAK melakukan kekerasan. Kekerasan yang TIDAK dilakukan tidak terbatas dalam bentuk kekerasan fisik namun juga kekerasan verbal. Persaingan TIDAK melakukan kekerasan tampak jelas "dipertarungkan" secara ketat antara kelompok yang melakukan aksi-damai 4/11 "melawan" kelompok yang melakukan parade Bhineka Tunggal Ika 19/11.

Kedua kelompok bersaing ketat dalam upaya menunaikan jihad al-Nafs, perjuangan menaklukkan diri sendiri, untuk TIDAK melakukan kekerasan dalam penyelenggaraan unjuk-rasa masing-masing. Masing-masing kelompok gigih berjuang untuk TIDAK melakukan kekerasan baik dalam bentuk perilaku ragawi mau pun ucapan-ucapan yang keluar dari mulut. Masing-masing kelompok bersaing dalam keras berupaya untuk melakukan unjuk-rasa dengan TANPA melontarkan kata-kata kasar, kotor, jorok, cacimaki, cemooh, hujatan, fitnah, yang bisa menyakiti apalagi melukai perasaan orang lain.


Bahkan masing-masing kelompok dalam asyik berunjuk-rasa juga bersaing dalam perilaku membersihkan sampah seperti  botol minuman, bungkusan makanan, sisa-sisa makanan dan lain-lain sampah pasca unjuk rasa yang merusak kebersihan dan kesehatan lingkungan. Masing-masing kelompok berupaya menjaga agar taman di pinggir jalan raya yang dilalui para unjuk-rasawan tidak mengalami kerusakan. Masing-masing kelompok berjuang habis-habisan untuk mampu dan mau melaksanakan unjuk rasa secara lebih tertib, lebih santun, lebih aman dan lebih damai ketimbang unjuk-rasa yang dilakukan kelompok lain.

Persaingan TIDAK melakukan kekerasan yang dilakukan oleh para peserta unjuk-rasa benar-benar merupakan suatu bentuk persaingan yang mencerminkan keadiluhuran peradaban bangsa Indonesia. Alih-alih bersaing dalam berbuat keburukan , maka masyarakat Indonesia bersaing dalam berbuat kebaikan. Betapa indah suasana peradaban apabila umat manusia bersaing untuk berbuat baik. Betapa indah suasana kehidupan, apalagi kita sengit masing-masing bersaing dalam terus menerus memperbaiki akhlak, moral dan budi pekerti diri sendiri yang jelas merupakan citra peradaban adiluhur.

Insya Allah, persaingan untuk TIDAK melakukan kekerasan yang dilakukan oleh para unjuk-rasawan Indonesia  dapat terus dilanjutkan bahkan dikembangkan. Insya Allah, persaingan TIDAK melakukan kekerasan yg dilakukan oleh masyarakat Indonesia dapat disaksikan dan dihayati oleh seluruh umat manusia di planet bumi agar dapat dipetik lalu dijunjung tinggi sebagai suri teladan demi membangun kehidupan umat manusia yang lebih damai, lebih sejahtera, lebih bahagia maka lebih indah.[***]

Penulis mendambakan perdamaian sebagai poros persatuan kesatuan bangsa

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya