Berita

Net

Bisnis

Pemerintah Harus Antisipasi Harga Pangan Jelang Natal Dan Tahun Baru

MINGGU, 20 NOVEMBER 2016 | 23:48 WIB | LAPORAN:

Pemerintah diingatkan untuk melakukan langkah antisipasi akan tingginya permintaan konsumsi dan naiknya harga pangan yang sering terjadi menjelang Hari Raya Natal dan pergantian tahun baru.

Pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Dani Setiawan mengatakan, upaya pemerintah untuk bisa menormalkan harga dengan kampanye kecukupan pasokan pangan belum mampu menjaga dan menstabilkan harga di pasaran.

"Saat ini kan pemerintah selalu menyerukan bahwa stok aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumsi masyarakat hingga akhir tahun. Tetapi kenyataannya pasar memiliki mekanismenya sendiri, di mana setiap menjelang hari besar dan akhir tahun lonjakan harga itu pasti terjadi. Ini yang harus diantisipasi oleh pemerintah," jelasnya kepada redaksi, Minggu (20/11).


Menurut Dani, stabilisasi harga pangan tidak akan terwujud bila pemerintah belum mampu menjaga dan mempengaruhi mekanisme pasar.

"Sampai pada saat ini kan pemerintah belum bisa mempengaruhi pasar. Karena pasar memiliki mekanismenya sendiri yang sulit ditembus oleh pemerintah," bebernya.

Dani melihat, yang terjadi pemerintah tidak hanya menyerukan ketersediaan pasokan yang cukup sementara harga di pasar terus mengalami kenaikan signifikan.

"Sekarang kan sudah mulai kelihatan sejumlah komoditas pangan mulai sedikit-sedikit naik," ujarnya.

Untuk itu, diharapkan pemerintah bisa mengeluarkan sebuah kebijakan strategis yang dapat menjamin ketersediaan pasokan pangan. Serta bisa langsung dibuktikan dengan adanya penurunan harga di pasar.

"Harus ada link-nya, pasokan tersedia dan harga di pasar stabil," tegas Dani. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya