Berita

Nelson Mandela/Net

Hukum

Mandela Anggun Melawan Penindasan, Sedangkan Ahok Bangga Menindas Kaum Papa

KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 | 07:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Basuki T. Purnama tak pantas membanggakan dirinya yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama. Apalagi sampai berharap bisa seperti Nelson Mandela, yang sebelum jadi Presiden Afrika Selatan dipenjara terlebih dahulu.

Aktivis senior dalam gerakan sosial dan lingkungan hidup, Chalid Muhammad menyindir Gubernur DKI Jakarta nonaktif yang akrab disapa Ahok tersebut lewat akun Twitter-nya. Meski tak menyebut nama, dia meminta Ahok tak mengotori Mandela.

Berikut cuitan mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) tersebut.


Jangan Kotori Mandela

Mandela dengan anggun melawan penindasan, sedang engkau dengan bangga menindas kaum papa.

Mandela berani berpihak pada yang lemah sedang kau gusur mereka. Mandela gigih melawan kekerasan & kau kerahkan aparat tuk usir kaum duafa.

Mandela dengan santun menyapa sedang kau senangnya menista. Mandela ingin mengerti perasan kaum yang dibela, dan kau ingin selalu dibela.

Mandela cinta ibu bumi & kau kotori dengan reklamasi. Jadi jangan pernah samakan kau dengan Mandela. Karena dia pejuang kemanusiaan sejati.


Kemarin Ahok memang menegaskan dirinya dijadikan tersangka karena difitnah dan dizalimi. Karena itu dia tidak malu dengan status tersebut tersebut. "Tersangka, jadi tersangka saja. Yang malu itu tersangka koruptor. Kalau tersangka belain orang, bangga saya," ucapnya.

Setelah dia mengatakan bisa saja nanti setelah dipenjara dia menjadi presiden seperti Nelson Mandela. "Mandela dipenjara 35 tahun jadi presiden. Siapa tahu gue jadi presiden kan enak, ngapain pusing," ungkapnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya