Berita

Politik

Golkar Ngotot Dukung Ahok, Kader Yang Maju Di Daerah Terancam Kalah

RABU, 16 NOVEMBER 2016 | 21:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dukungan Partai Golkar kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI 2017 akan berdampak buruk pada citra partai. Apalagi saat ini cagub incumbent itu sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas kasus dugaan penistaan agama.

Demikian disampaikan anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia dalam konferensi pers di Midtown Cafe, Tulodong Atas, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/11).

"Apalagi mayoritas masyarakat di bawah, yang di Jakarta tidak ada yang simpati sama Ahok. Di Indonesia juga tidak suka," ujarnya.


Dukungan kepada Ahok, sambung Doli, justru mengganggu calon kepala daerah (cakada) Partai Golkar yang bertarung di daerah lain. Ini lantaran cakada Golkar tercemar citranya lantaran Golkar masih mendukung Ahok yang dicitrakan publik sebagai penista agama.

"Karena sekarang partai pendukung Ahok sudah dicap sebagai partai yang membenarkan si penista agama," sambung Doli.

Atas alasan itu juga, Doli mempertanyakan sikap DPP Golkar yang masih ngotot mendukung mantan Bupati Belitung Timur itu. Partai Golkar yang dipimpin Setya Novanto bahkan disebut Doli tidak‎ memahami doktrin-doktrin di Partai Golkar.

"DPP paham nggak doktrin karya kekaryaan, doktrin pancabakti Golkar atau tagline Golkar selama 5 tahun ini soal, suara rakyat suara Golkar. Rakyat tidak suka Ahok untuk apa dipertahankan?" tanyanya.

"Dewan Pembina Golkar saja sudah resmi menyatakan untuk mengevaluasi dukungan kepada Ahok," pungkas Doli. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya