Berita

Jaya Suprana

Doa Untuk Intan Olivia Marbun

SENIN, 14 NOVEMBER 2016 | 20:47 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA mengungkapkan rasa duka yang mendalam kepada adinda Intan Olivia Marbun yang telah meninggal dunia pada dini hari 14 November 2016. Intan Olivia Marbun yang baru berusia 2 tahun merupakan seorang dari empat anak yang menjadi korban ledakan bom molotov di Gereja Oikoumene Samarinda Kalimantan Timur, Minggu, 13 November 2016.

Sebelumnya Intan dalam kondisi kritis dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Karena itu, Intan terpaksa mendapatkan perawatan medis di RS AW Sjahranie. Intan Olivia Marbun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya Senin pagi, 14 November 2016 sekitar pukul 05.00 waktu setempat.

Almarhumah Intan tinggal dengan keluarganya di Jalan Cipto Mangunkusumo Gang Jati 3 RT 27 Harapan Baru, Loa Janan Ilir, Samarinda menjadi korban ledakan. Ada pula tiga balita lain yang menjadi korban.yaitu Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (5), Trinity Hutahayan (3), dan Anita Isabel Sihotang (2).  


Bom molotov dilemparkan oleh seorang pelaku bernama Juhanda alias Jo ke halaman parkis Gereja Oikoumene Samarinda pada Minggu (13/11) pagi sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Ledakan terjadi saat usai ibadah di gereja Oikoumene Samarinda. Juhana, 32 tahun, lari ke Sungai Mahakam di seberang gereja setelah melempar molotov. Sejumlah warga  mengejar Juhana. Begitu tertangkap, Juhana dihajar massa sebelum diserahkan kepada polisi.

"Pelaku sudah ditangkap. Percayakan kepada penegak hukum untuk menangkap jaringannya,” demikian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian menegaskan. Ternyata Juhana pernah mendekam di penjara selama 3,5 tahun akibat terlibat kasus bom di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tangerang pada 2011.

Dia anggota kelompok pelaku teror bom buku di Jalan Utan Kayu dan bom di Puspitek yang dipimpin Pepi Fernando yang kemudian divonis hukuman penjara 18 tahun pada awal Maret 2012. Kelompok pelaku bom pasti memiliki alasan tertentu sehingga mereka tega hati melakukan angkara murka keji yang membinasakan seorang anak tidak berdosa.

Mungkin alasan mereka berupa kehendak yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral, akhlak dan budi pekerti masyarakat Indonesia maka mereka mencoba memaksakan kehendak mereka melalui jalur kekerasan.

Wafatnya Intan Olivia Marbun sebagai seorang anak yang baru berusia 2 tahun akibat upaya pemaksaan kehendak dengan melakukan kekerasan jelas mustahil dibenarkan oleh agama apa pun di alam semesta ini.

Bahwa Intan sebagai seorang balita yang jelas mustahil telah melakukan kesalahan terhadap para pemaksa kehendak dengan kekerasan makin tegas menegaskan bahwa pemaksaan kehendak dengan melakukan kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun juga.

Indonesia merupakan negara hukum dengan landasan Pancasila yang terdiri dari asas-asas Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang membuka lebar kesempatan bagi segenap rakyat Indonesia tanpa kecuali untuk menyampaikan kehendak tanpa harus melakukan kekerasan.

Di alam demokrasi kini tersedia pula unjuk-rasa sebagai cara menyampaikan kehendak tanpa  kekerasan. Insya Allah,  angkara murka yang terjadi Gereja Oikoumene Samarinda 13 November 2016 dapat menjadi penyadaran bagi para pelaku teror bom bahwa apa yang mereka yang lakukan pada hakikatnya sama sekali tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun juga.

Marilah kita bersama memanjatkan Doa memohon kepada Yang Maha Kasih untuk berkenan menerima arwah Intan Olivia Marbun di sisi Beliau serta memohon Yang Maha Kasih untuk   senantiasa melimpahkan Rahmat, Kurnia dan Berkah kekuatan lahir-batin kepada sanak keluarga yang ditinggalkan, amin. [***]

Penulis adalah budayawan anti kekerasan

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Pendemo Atribut Serba Hitam Desak Teror Ketua BEM UGM Diusut

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:14

BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun Sambut Lebaran 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39

Polwan Berkalung Serban Putih Kawal Demo Mahasiswa

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:31

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:18

Muncul Aksi Tandingan BEM UI di Mabes Polri

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:13

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:09

Angka Prima Palindromik

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:06

Seskab Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:05

Pengaturan Ambang Batas Fraksi Lebih Tepat Ketimbang Naikkan PT

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:42

Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:23

Selengkapnya