Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Genjot Pariwisata, AP II Promosikan Wonderful Indonesia di Seluruh Bandara

SENIN, 14 NOVEMBER 2016 | 04:44 WIB | LAPORAN:

RMOL. PT Angkasa Pura II (AP II) berkomitmen mengembangkan pariwisata Indonesia dengan meningkatkan rute penerbangan internasional. Promosi destinasi-destinasi wisata lokal di setiap bandara yang dikelola perusahaan juga akan ditingkatkan.

Chief of Air Traffic & Tourism Development PT Angkasa Pura II (Persero), Rosita Kurniawati menjelaskan bahwa salah satu langkah perseroan dalam mengembangkan pariwisata ini adalah melalui penandatanganan MoU atau nota kesepahaman dengan Kementerian Pariwisata.

AP II, kata dia, akan bersinergi memperkenalkan pariwisata nasional ke dunia internasional serta meningkatkan jumlah wisman ke Indonesia untuk mengejar target 20 juta turis asing ke Indonesia tahun 2019.


"AP II akan berperan aktif dalam meningkatkan frekuensi kunjungan wisman ke Indonesia. Khususnya melalui bandara yang dikelola perusahaan, antara lain dengan menyediakan program insentif bagi maskapai yang membuka rute baru penerbangan internasional," jelas dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Minggu (13/11).

Langkah lain yang akan dilakukan AP II, yakni mencantumkan logo Wonderful Indonesia serta menampilkan video dan foto milik Kemenpar di seluruh bandara yang dikelola perusahaan. AP II juga akan ikut berpartisipasi dalam setiap event internasional dan kegiatan-kegiatan lainnya.

"Fasilitas dan pelayanan di bandara juga akan terus ditingkatkan agar turis makin nyaman. Misalnya saja di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh, yang menjadi finalis di World Halal Tourism Awards 2016," jelas Rosita.

Penyesuaian di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau pun akan dilakukan, dengan memperpanjang jam operasional dari pukul 19.00 WIB menjadi pukul 24.00 WIB seiring dengan rencana Sriwijaya Air dan Citilink membuka penerbangan dari Tiongkok.

Di sisi lain, sebagai salah satu bentuk peningkatan pelayanan di bandara-bandara, AP II berkomitmen menampilkan kearifan lokal dipadu dengan teknologi informasi terkini sebagai bagian peningkatan kepada penumpang pesawat.

"Saat ini AP II sedang melakukan transformasi bisnis salah satunya dengan menggenjot pembangunan infrastruktur fisik dan lunak," jelas Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin.

Soft infrastructure adalah teknologi informasi dalam rangka menunjang smart airport di bandara. Quick Win untuk airport go digital sudah ditetapkan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Terdapat 9 program utama dalam mewujudkan smart airport di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta," jelas dia.

Kesembilan program itu adalah penyediaan aplikasi mobile, kios self service check in dan self service baggage drop, peningkatan bandwidth WiFi menjadi 50 Mbps per access point, smart toilet, smart parking building, pembuatan fleet management system untuk shuttle dan public bus bandara, digitalisasi proses antrian taksi, pembangunan airport operation control center (AOCC), serta integrasi automatic baggage handling system (Automatic BHS).

Untuk jumlah penumpang di seluruh bandara yang dikelola AP II, pada periode Januari-Oktober 2016 tercatat adanya peningkatan 77,66 juta penumpang atau meningkat 12,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 68,96 juta penumpang.

Hingga akhir tahun ini atau sepanjang Januari-Desember 2016 diperkirakan jumlah penumpang dapat mencapai 93,23 juta atau naik 11% dibandingkan dengan Januari-Desember 2015 sebanyak 84,29 juta penumpang.

Peningkatan jumlah penumpang di antaranya didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia yang cukup baik. Sehingga permintaan perjalanan dengan pesawat meningkat, di mana hal ini juga dapat dilihat dari dibukanya rute-rute baru baik itu internasional maupun domestik.

"Pada tahun ini juga beberapa maskapai juga mengganti pesawat berbadan sedang atau narrow body menjadi berbadan lebar atau wide body sehingga kapasitas meningkat," demikian Awaluddin. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya