Berita

Foto: Net

Nusantara

Gandawan: Jangan Kaitkan Aksi 411 Dengan Teror Samarinda

MINGGU, 13 NOVEMBER 2016 | 22:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki motif di balik aksi pengeboman di depan Gereja Oikumene di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Samarinda, Kalimantan Timur, pagi tadi (Minggu, 13/11).

Pelaku pengeboman dengan molotov itu sudah ditangkap polisi. Dia sempat melarikan diri dengan cara melompat ke sungai di dekat tempat kejadian perkara, sebelum akhirnya berhasil diringkus. Pelaku diketahui mengenakan kaos hitam yang bertuliskan "Jihad Way of Life".

Empat anak kecil menjadi korban dalam kejadian itu, dan sejumlah sepeda motor di depan gereja hangus terbakar.


Di dunia maya berkembang spekulasi yang mengaitkan peristiwa di Samarinda ini dengan aksi demonstrasi tanggal 4 November lalu di Jakarta yang hadiri lebih dari 300 ribu orang.

Pemerhati politik perkotaan, Teuku Gandawan, menilai, upaya mengaitkan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda dengan aksi 4 November di Jakarta, sebagai sesuatu yang berlebihan. Bukan mustahil, sebutnya, mengaitkan kedua hal itu dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba sesama anak bangsa.

Kalau mental pendukung aksi 411 #TangkapAhok seperti pelaku pengeboman di Samarinda, katanya kepada redaksi beberapa saat lalu, maka pada tanggal 4 November yang lalu Jakarta babak belur di mana-mana.

Gandawan berpesan agar pihak-pihak yang mengaitkan kedua peristiwa itu dan menyamakan peseta aksi 411 dengan pelaku teror di Samarinda menghentikan upaya adu domba dan pecah belah. Lebih baik, sebutnya, mendorong agar kepolisian segera membongkar hingga tuntas serangan di Samarinda itu.

Aksi 411, sebut dia lagi, adalah aksi untuk menuntut agar hukum ditegakkan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang telah menyinggung perasaan umat Islam dan sengaja menyebarkan rasa permusuhan di tengah masyarakat.

"Tidak pernah ada niat menyerang umat Kristen, atau keturunan Tionghoa. Sekian banyak keturunan Tionghoa bebas melenggang di sela-sela aksi 411. Gereja Katedral di seberang Masjid Istiqlal pun tidak diganggu," tambahnya.

Aksi 411 murni agar hukum ditegakkan untuk Ahok yang menista agama dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian di tengah masyarakat kita,” demikian Teuku Gandawan. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya