Berita

Bisnis

BI Jakarta Siapkan Rp 1,5 Miliar Uang Baru Bagi Warga Kepulauan Seribu

MINGGU, 13 NOVEMBER 2016 | 14:50 WIB | LAPORAN:

Bank Indonesia (BI) Jakarta menyiapkan Rp 1,5 miliar untuk ditukarkan warga Kabupaten Kepulauan Seribu.

Layanan penukaran uang rupiah pecahan kecil tersebut, dibuka di lima pulau berbeda, mulai 10-14 November 2016.

"Totalnya, kita siapkan Rp 1,5 miliar uang kertas yang bisa ditukarkan untuk warga di lima pulau," ujar Kasir Senior Direktorat Pengelolaan Uang (DPU), BI Jakarta, Kusdiarso, Sabtu (12/11).


Menurut Kusdiantoro, kegiatan tersebut dilakukan guna mempercepat sirkulasi uang di Kepulauan Seribu.

Khususnya, di lima pulau yang padat penduduk, antara lain, Pramuka, Panggang, Tidung, Kelapa dan Harapan.

"Banyak (uang) pecahan Rp 1.000 lusuh dan tidak layak edar. Jadi, bisa ditukarkan dengan uang baru," terang koordinator kegiatan tersebut.

Rinciannya, dari jumlah uang yang disiapkan DPU BI Jakarta, tersedia pecahan uang kertas dari nominal berbeda.

Mulai dari nominal Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, hingga Rp 100.000.

Lalu, bagaimana dengan uang lusuh dan sobek milik warga yang telah ditukarkan?

Kusdiarso mengatakan, pihak BI akan memusnahkan uang tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

"Uang lusuh atau rusak, ditarik, diracik dan dimusnahkan. Setiap tahun dilaporkan, ada lembaran berita negara. Nanti, dicetak lagi sesuai nominal yang dimusnahkan," paparnya.

Kegiatan tersebut telah memasuki tahun keempat di lokasi yang sama.

Rencananya, tahun depan akan digelar kegiatan serupadengan nominal yang disesuaikan kebutuhan.

"Penyelenggaraan di tahun 2016 ini sudah memasuki tahun yang keempat. Tahun depan (nominalnya) ditingkatkan, tapi tergantung pimpinan," pungkasnya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya