Berita

Habiburokhman

Hukum

Pihak Pelapor Kasus Ahok Optimistis Sekaligus Khawatir, Ini Alasannya

MINGGU, 13 NOVEMBER 2016 | 14:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Habib Novel Bamukmin, salah seorang pelapor kasus penistaan agama terkait Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama, telah menerima undangan dari pihak Bareskrim Mabes Polri untuk menghadiri gelar perkara pada Selasa (15/11) lusa.

Habiburokhman, pengacara Habib Novel, merasakan dua hal yang sangat kontradiktif terkait keberlanjutan kasus yang mendapat sorotan seantero negeri itu pasca gelar perkara. Dia optimistis sekaligus khawatir.

"Di satu sisi jika melihat materi hukum, kami sangat optimis jika kasus ini ditingkatkan ke penyidikan karena sudah ada bukti yang cukup," jelas Habiburokhman sesaat lalu (Minggu, 13/11).


Karena, dia menjelaskan, menurut Pasal 1 angka 22 Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 bukti yang cukup adalah alat bukti berupa Laporan Polisi dan 2 (dua) alat bukti yang sah, yang digunakan untuk menduga bahwa seseorang telah melakukan tindak pidana sebagai dasar untuk dapat dilakukan penahanan.

Dalam kasus ini setidaknya sudah ada empat alat bukti. Yaitu rekaman video pidato Ahok versi lengkap, keterangan saksi dari Pemprov DKI yang ikut hadir, keterangan audiens warga Kepulauan Seribu dan keterangan Ahok sendiri.

"Alat-alat bukti tersebut saling sesuai satu sama lain, yakni membenarkan Ahok memang menyampaikan pidato soal Al Maidah," jelasnya.

Pihak pelapor semakin optimis jika merujuk pada tiga kasus yang konstruksi hukumnya sangat mirip dengan kasus Ahok dan pelakuknya sudah dinyatakan bersalah. Tiga kasus tersebut adalah kasus kasus Alexander Aan di Sumatera Barat yang dipidana karena membuat tulisan dan gambar yang menghina Nabi Muhammad. Kasus Arswendo Atmowiloto yang dipidana PN Jakpus karena menghina Nabi Muhammad di media. Dan kasus Nanang Kurniawan yang dipidana PN Gresik karena membuat sandal dengan motif lafal Allah.

"Di sisi lain optimisme kami memudar jika melihat gestur poltik yang dipertontonkan penguasa. Kami menjadi khawatir bahwa pada akhirnya kasus ini akan dihentikan," ucapnya.

Sebab, gestur politik yang mengkhawatirkan itu antara lain sikap Kapolri yang mengatakan Ahok tidak bermaksud menistakan agama dan menganggap penting penggunaan kata pakai” dalam pidato Al Maidah.

Selain itu sikap Presiden yang melakukan safari ke Kopassus, Marinir dan Brimob bisa saja dianggap sebagai sinyal akan dilakukannya tindakan tegas apabila masyarakat kembali turun ke jalan karena hasil gelar perkara dianggap tidak sesuai dengan hukum.

"Kami mengingatkan bahwa masyarakat kita saat ini sudah sangat cerdas. Tidak sulit bagi mereka untuk mengetahui jika gelar perkara nanti tidak dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.  Selama ini kita susah payah mengajak masyarakat menempuh jalur hukum, jika hukum tak lagi dipercaya kami takut masyarakat akan menempuh caranya sendiri," demikian Habiburokhman. [zul] 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya