Berita

Hukum

Terkait Gelar Perkara Kasus Ahok, Polri Harus Hati-Hati

MINGGU, 13 NOVEMBER 2016 | 09:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mendukung gelar terbuka terbatas kasus penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T. Purnama pada Selasa atau Rabu mendatang.

Gelar terbuka ini agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang menangani kasus tersebut semakin baik.

Namun, Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan mengingatkan Polri agar melakukannya secara hati-hati. Hal ini untuk menghindari gejolak yang ditimbulkan di masyarakat.


"Kami minta penyidiknya merencanakan secara hati-hati. Gelar perkara bisa berpotensi jadi sumber konflik baru," jelas Edi dalam pernyataannya pagi ini.

Saat Polri ingin melakukan gelar terbuka dan disiarkan live media, banyak kritik dan penolakan dari masyarakat.

Dia menjelaskan gelar perkara akan menentukan apakah  kasus Ahok memiliki unsur-unsur pidana adanya penistaan terhadap agama atau tidak. Jika terpenuhi, proses selanjutnya adalah meningkatkan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. Namun jika kurang memenuhi unsur pidana, otomatis dihentikan.

"Kami ajak semua pihak  menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menerima hasil gelar ini untuk tegaknya hukum di negeri ini," tandas mantan anggota Kompolnas ini. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya