Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Aktivis Muda Muhammadiyah Siap Deklarasikan RMJ Untuk Jaga Kebhinnekaan

MINGGU, 13 NOVEMBER 2016 | 04:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Sejarah Indonesia adalah sejarah kebhinekaan. Dari mulai Sumpah Palapa, yang digelorakan Mahapatih Gadjah Mada di Pendopo Bale Manguntur di zaman kerajan-kerajaan, hingga Sumpah Pemuda kaum progressif di Batavia era kolonial-penjajahan. Pilar kebhinekaan Indonesia kian kuat dan kokoh ketika semua para pendiri bangsa sepakat dan bertekad mewujudkan Indonesia, yang semua untuk satu dan satu untuk semua.

Demikian disampaikan mantan Ketua DPP IMM, Muhammad Suja. Menurut Suja, benang merah dari semua itu memastikan sejak semula bahwa semua warga Nusantara siap sedia meleburkan identitas primordial dalam bentuk apapun, baik suku, agama, maupun ras, ke dalam satu kesatuan yang bernama Indonesia. Indonesia yang beragam, yang dipenuhi cinta kasih, solidaritas antar sesama, gotong-royong antar-warga, adalah Indonesia yang dibayangkan dan diimpikan sejak lama.

"Inilah Indonesia yang beragam yang memiliki akar yang kuat dan sudah tumbuh selama ratusan tahun. Dan inilah Indonesia yang harus diperjuangkan terus menerus tanpa batas, melintas ruang dan waktu. Perjuangan mewujudkan Indonesia yang beragam dan kebhinnekaan ini bukan hanya warisan sejarah, melainkan juga cita-cita dan tanggungjawab sejarah yang harus dipikul dari generasi ke generasi," kata Suja dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 13/11).


Saat ini, ungkap Suja, kebhinekaan Indonesia mengalami ujian. Ujian ini datang ketika Indonesia harus menghadapi perang proxy dengan negara lain. Ujian ini juga mengalir deras seiring dengan munculnya elemen-elemen di dalam negeri yang buta sejarah. Tiba-tiba muncul kehendak untuk saling menegasikan identitas satu sama lain, bukan hanya melalui jalur-jalur dan saluran-saluran yang dijamin Konstitusi, namun juga dengan cara menebar ancaman dan potensi kekerasan, yang minimal berupa kekerasan verbal.

"Maka tak heran Pilkada di sejumlah daerah, terutama di Jakarta, yang sejatinya adalah proses kontestasi biasa di alam demokrasi, ternyata dijadikan alat untuk meregangkan kebersamaan dan bahkan mau dijadikan tunggaan untuk merobek kebhinekaan," ungkap Suja.

Dengan kondisi Republik dan khususnya Jakarta yang menghadapi ujian ini, Suja dan sejumlah aktivis muda Muhammadiyah, akan mendeklarasikan Relawan Matahari Jakarta (RMJ). RMJ merupakan relawan yang terdiri dari para aktivis Muhammadiyah yang pernah berkiprah di Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Sementara deklarasi dengan tema "Aktivis Islam Berkemajuan untuk Menjaga Kebhikenaan Jakarta" akan digelar di Gedung Joang 45, Menteng, siang ini.

"Kami yang sudah bekerja di bidang profesional yang beragam, kumpul kembali untuk mengawal kebhinnekaan sebagai panggilan sejarah. Bagaimana tidak, pendahulu kami juga adalah para pendiri yang ikut melahirkan Republik ini. Republik yang disepakati dalam kerangka Pancasila, sebagai anti-tesis dari pemikiran keislaman yang progressif-berkemajuan dengan wawasan kebangsaan," demikian Suja. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya