Berita

Hukum

Kapolri Minta Mahasiswa Jadi Pencerah dan Agen Perubahan

SABTU, 12 NOVEMBER 2016 | 19:46 WIB | LAPORAN:

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mempersilahkan para mahasiswa untuk menyampaikan pendapat di muka umum atau unjuk rasa. Namun, Tito mengingatkan agar unras sesuai aturan berlaku.

Demikian disampaikan Kapolri di Kampus Trisaksi, dalam Pra Temu Nasional BEM Se-Nusantara IX Tahun 2016, Sabtu (12/11).

"Negara kita adalah negara demokrasi. Demokrasi yang sudah ditegakkan ini harus konsekuen. Kita harus jalankan dan kita kawal, sehingga mahasiswa silahkan untuk menyampaikan pendapatnya bebas. Tapi tentunya ada batasan-batasan, jangan sampai mengganggu ketertiban publik. Jangan sampai mengganggu hak asasi orang lain. Jangan sampai juga tidak mengindahkan etika dan moral. Dan yang paling utama sekali jangan sampai mengancam NKRI," katanya.


Menurut Kapolri, persatuan dan kesatuan bangsa harus ditegakkan. Boleh berbeda pendapat tapi jangan sampai memecahkan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Dia meminta mahasiswa aktif untuk memberikan pencerahan, menjadi agent of change atau menjadi agen perubahan di lingkungan masing masing dalam arti yang positif, dan menjadi mesin pendorong pembangunan di lingkungan masing masing.

"Karena mereka berfikir secara rasional, tidak mudah terhasut, tidak memprovokasi media sosial. Kemudian jangan menshare sesuatu yang belum tentu akurat, cerna dulu sesuatu masalah baru mengambil kesimpulan dan baru memutuskan langkah selanjutnya," paparnya.

Selain itu, Jenderal bintang empat itu meminta mahasiswa menjaga stabilitas keamanan di kampus masing masing, kemudian jangan terbawa kepada isu isu yang provokatif yang bisa memecah kesatuan bangsa.

"Intinya adalah demokrasi harus kita kawal. Tapi demokrasi ini juga memiliki tata cara aturan, tidak sebebas-bebasnya dan kita dorong pembangunan sikap kritis boleh dilakukan dalam rangka untuk kritik kritik yang konstruktif, dan polri tugasnya adalah untuk memelihara dan menjaga stabilitas keamanan, melindungi mereka," tegasnya.

Hadir dalam pertemuan itu perwakilan BEM dari 80 kampus se-Indonesia. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya