Berita

Donald Trump/net

Bisnis

Kalau Trump Jalankan Programnya, Bisa Disebut Kesintingan

SABTU, 12 NOVEMBER 2016 | 10:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kemenangan Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat pasti akan berpengaruh pada dinamika hubungan ekonomi AS dengan Indonesia.

Selama ini, AS sangat penting bagi perkeonomian dunia. Dalam jaringan perekonomian, AS ada di tengah dan paling sentral. Siapapun yang berdagang pasti harus berhubungan dengan AS.

"Ini menjadikan perekonomian mereka sangat penting. Kalau dia batuk, kita meriang. Kalau ini (kemenangan Trump) bukan batuk lagi," ujar Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Dr. Yose Rizal Damuri dalam diskusi "Trump & Retorika Nasionalisme Patriotisme Proteksionisme", di Menteng, Jakarta, Sabtu (12/11).


Indonesia memiliki kerjasama erat dalam hal ekonomi dengan AS. Indonesia mengekspor dengan nilai US$ 18-19 juta dollar ke AS. Sedangkan, mengimpor US$ 8 juta dollar dari AS.

"Untuk beberapa produk, AS masih sangat penting bagi kita. Ada produk yang pasarnya 50 persen di AS," tegasnya.
 
Dia menyorot moto kampanye Trump yaitu "Make America Great Again". Artinya, semua harus untuk Amerika. Bisa diterjemahkan, semua pekerjaan yang lari dari AS harus kembali ke AS.

"Kalau kebijakan-kebijakan tadi dilakukan, misalnya 50 persen dari wacana ia keluarkan seperti meninjau ulang perdagangan, mau enggak mau perusahaan-perusahaan AS yang tadinya keluar dan beroperasi di negara lain, akan kembali dan melakukan pekerjaan-pekerjaan tadi di dalam negerinya," terangnya.

Dengan begitu, perekonomian AS menjadi tidak kompetitif, mubazir, dan biaya produksi sangat tinggi, ditambah kondisi perekonomian melemah. Depresi ekonomi bisa meningkat berkali lipat dampaknya pada dunia.

"Kalau perkeonomian dunia melemah, inflasi dan biaya produksi makin tinggi, maka Indonesia akan terkena dampaknya," tambah Yose Rizal.

Dia berharap, program-program ekonomi Trump hanya retorika untuk menarik suara di Pilpres AS.

"Kalau benar Trump jalankan program-program kampanyenya, bisa dikatakan itu penyakit jiwa, atau kesintingan," selorohnya. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya