Berita

Foto/Net

Bisnis

Pengusaha Diwajibkan Bikin SPBU Di Daerah Terpencil...

Syarat Baru Bisnis Penyaluran BBM
JUMAT, 11 NOVEMBER 2016 | 09:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintahakan menge­luarkan regulasi baru terkait bisnis penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM). Badan usaha swasta yang mendap­atkan izin mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maupun Agen Peny­alur Minyak Solar (APMS), akn diwajibkan membangun tempat penyalur bahan bakar di wilayah terpencil.

"Ketentuan itu akan dia­tur dalam Peraturan Men­teri ESDM tentang BBM satu harga. Jadi swasta kalau mau mengambil penugasan, diwajibkan juga bangun SP­BU," ungkap Direktur Jen­deral Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sum­ber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Wirat menuturkan, kebi­jakan tersebut diambil agar terjadi keadilan dalam kegia­tan bisnis hilir BBM di Indo­nesia. Sehingga, semua badan usaha tidak hanya berbisnis pada wilayah yang ekonomis saja tetapi juga ke tempat yang kurang menguntungkan.


"Kalau bikin di tempat yang gemuk (konsumsi tinggi), dia juga harus bikin di tempat yang kurus, biar fair-lah," ujarnya.

Wirat memastikan dalam peraturan tersebut nanti akan diatur formula bisnisnya un­tuk mencegah pelaku usaha mengalami kerugian menjual BBM di wilayah terpencil.

"Korporasi nggak boleh rugi secara total. Makanya jangan dilihat di Papua saja, secara total di Indonesia dia untung. Secara nasional dia marginnya harus positif," jelasnya.

Soal harga eceran BBM, Wirat menjawab, harga BBM yang disalurkan harus sama dengan harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

Wirat menyatakan, pihaknya mendukung langkah PT Per­tamina (Persero) menggan­deng Petronas untuk memasok BBM di daerah terpencil dan perbatasan. Apalagi, langkah tersebut itu juga guna men­erapkan program BBM satu harga yang mulai diterapkan 1 Januari 2017.

"Impor tidak masalah. Itu kan mengurangi biaya trans­portasi sehingga lebih murah," ungkapnya.

Wirat menuturkan, kegiatan impor tersebut merupakan aksi korporasi Pertamina. Kerja sama hanya sebatas Pertamina dengan Petronas, pemerintah tidak ikut campur.

Sebelumnya, rencana Per­tamina mengimpor BBM dari Malaysia disampaika Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang.

Bambang mengatakan, im­por dilakukan untuk memu­dahkan penyaluran BBM. Kar­ena, ada wilayah di Kabupat­en Krayan, Kalimantan Utara yang sulit dijangkau. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Malaysia. Dengan kerja sama dengan Petronas, biaya distribusi BBM bisa menjadi lebih murah.

"Kami sudah tanda tangan kontrak dengan anak perusa­haan Petronas, kita saling bisa impor. Kita sudah dapat izin dari masing-masing pemerin­tah," terangnya.

Dalam kerja sama, lanjut, Bambang, Petronas juga bisa melakukan hal yang sama, un­tuk wilayahnya yang lebih dekat dengan distribusi Pertamina, sehingga lebih efisien. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya