Berita

Din Syamsuddin

Politik

Din: Karena Sudah Minta Maaf, Pembela Jangan Lagi Sebut Ahok Tidak Bersalah

RABU, 09 NOVEMBER 2016 | 17:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengimbau Basuki Tjahaja Purnama tidak lagi membela diri atau berupaya membenarkan ucapannya yang disampaikan di Kepulauan Seribu pada akhir September lalu.

Din menjelaskan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) mengakui bahwa ucapannya soal 'dibohongi pakai Al Maidah 51' sudah menyinggung umat Islam. Karena itu dia minta maaf.

Apalagi terbukti pernyataan tersebut dinilai sebagai penghinaan terhadap Alquran dan ulama yang kemudian menyulut kemarahan umat Islam yang dibuktikan dengan serangkaian unjuk rasa dan puncaknya pada Jumat (4/11) lalu.


Menurut Din, dengan menyampaikan permintaan maaf menunjukkan cagub petahana yang akrab disapa Ahok itu telah mengakui kesalahannya.  

"Jadi pembela Ahok jangan menyebut Ahok tidak bersalah karena Ahok sendiri sudah minta maaf. Kalau pembela masih menyebut Ahok tidak salah, berarti Ahok belum minta maaf atau seolah-olah minta maafnya tidak tulus," ujar Din saat ditemui di Kantor MUI, Jalan Proklamasi Nomor 51, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/11).

‎Imbauan khusus disampaikan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu kepada seluruh umat Islam untuk tidak terlibat pada pembelaan-pembelaan kepada Ahok karena berpotensi memecah belah umat.

Apalagi, lanjut Din, pembelaan-pembelaan kepada Ahok itu memakai mulut-mulut orang Islam. Akhirnya, kata dia, umat Islam bereaksi.

"Apalagi (pembelaan) memakai mulut-mulut orang Islam, ini bisa bereaksi umat ini. Jadi sudahlah, ini dampaknya kepada ketidakpercayaan umat," pungkasnya. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya