Berita

Foto: Dok

Hukum

Orang Tua Gaby Menuntut Keadilan

RABU, 09 NOVEMBER 2016 | 17:01 WIB | LAPORAN:

Sudah lebih dari setahun, belum ada tanda-tanda kasus meninggalnya Gabriella Sheryl Howard, siswi yang tenggelam saat pelajaran olah raga renang, disidangkan.

Pihak keluarga almarhumah pun menuntut proses hukum itu dilakukan demi keadilan.

Ibu Gaby, panggilan Gabriella, Verayanti melihat penyidik polisi telah bekerja maksimal atas kasus Gaby. Ini terlihat dari 23 saksi yang telah diambil keterangannya. Termasuk, otopsi secara menyeluruh yang hasilnya menyatakan Gaby meninggal karena tenggelam.  


"Kami berharap kasus Gaby dapat segera di P21kan dan segera disidangkan, sebab menurut kami berkas dan alat bukti atas kasus Gaby sudah lengkap dan kasusnya sudah lebih dari setahun ( sudah hampir 14 bulan )," tutur Verayanti.

Masih menurut Vera, sebelumnya, pihak keluarga sudah berusaha melakukan upaya sesuai koridor dan kaidah hukum yang berlaku. Sejak November 2015 atau dua bulan paska kejadian, keluarga telah mengirim somasi ke pihak sekolah, Global Sevilla Puri Indah, Jakarta Barat.

Namun, kata Vera, yang membuat kecewa keluarga adalah pernyataan pemilik sekolah tempat Gaby tenggelam dan guru olahraganya tidak pernah menemui mereka untuk minta maaf.

"Yang meminta maaf kepada kami adalah direktur sekolahnya, dengan pernyataan 'maaf atas musibah yang menimpa anak bapak ibu' Dalam surat permintaan maaf yang ditandatangani oleh direktur sekolah, pihak sekolah minta maaf dengan menyebut kematian Gaby sebagai musibah ( bukan kelalaian )," terangnya.

Dari situ, keluarga kemudian melaporkan ke kepolisian, yang ditindaklanjuti dengan pembongkaran makam Gaby pada 14 April 2016. Meski sejatinya merasa berat, tutur Verayanti, namun mereka harus merelakan jenazah Gaby diotopsi secara menyeluruh sebagai syarat agar kasus ini bisa dibawa ke pengadilan.

"Kami akhirnya mengizinkan jenazah anak kami diotopsi demi mengungkap kebenaran atas kematiannya, supaya kepergian Gaby bisa menjadi pembelajaran penting di dunia pendidikan bahwa pihak sekolah dan guru seharusnya sungguh-sungguh menjalankan tugas dan kewajiban mereka dengan baik dalam menjaga keselamatan murid selama jam pelajaran sekolah berlangsung," paparnya.

Kini, setelah hampir 14 bulan, dan semua syarat pemberkasan telah lengkap, keluarga mendesak agar kasus putrinya itu disidangkan. Vera meminta agar kasus ini diusut secara tuntas dan diadili dengan jujur dan seadil-adilnya sesuai fakta yang ada tanpa ditutup-tutupi oleh pihak manapun.

Gaby (8) meninggal saat mengikuti pelajaran renang bersama 20 temannya di Global Sevilla School, Kembangan, Jakarta Barat, 17 September 2015 lalu. Tak lama kemudian ia diketahui tenggelam.

Bocah malang ini sempat dibawa ke klinik sekolah sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Puri Indah, Jakarta Barat. Namun, nyawa Gaby tak bisa diselamatkan.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya