Berita

Hukum

KAHMI Minta Juniornya Yang Jadi Tersangka Kerusuhan Dilepas Polisi

RABU, 09 NOVEMBER 2016 | 13:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyesalkan penangkapan terhadap lima kader HMI oleh Polda Metro Jaya karena dianggap sebagai provokator dalam kericuhan Aksi Damai 4 November (411).

Presidium Majelis Nasional KAHMI, MS Kaban, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan bantuan hukum untuk mendampingi para aktivis agar proses penegakan hukum dilaksanakan berkeadilan.

"Kami berharap kelima aktivis HMI segera dilepaskan. Mereka datang untuk menuntut penegakan hukum bagi penista agama, tapi malah ditangkap," kata MS Kaban saat ditemui di KAHMI Center Jalan Turi 1 Nomor 14, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/11).


Sebelumnya, pihak Kepolisian menetapkan Sekjen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan empat kader lainnya menjadi tersangka dalam kerusuhan demo 4 November.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menyebut, Sekjen HMI, Ami Jaya Halim (31), dan empat orang lainnya yaitu, Ismail Ibrahim (23), Ramadhan Reubun, Muhammad Rijal Berkat (26), Rahmat Muni (33), ditangkap dini hari kemarin.

Ami ditangkap di Sekretariat HMI di Jalan Sultan Agung Nomor 25 A, Jakarta Selatan. Sementara Ismail Ibrahim, lelaki asal Tidore, ditangkap saat tengah bersembunyi di rumah anggota DPD RI, Basri Salama, di Jalan Attahiriyah 2, Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

Ami sudah dibebaskan tadi malam. Sementara yang lain masih ditahan. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya