Berita

Ilustrasi/net

Hukum

Pengembangan Kasus Damayanti, KPK Panggil Anak Buah Menteri Basuki

RABU, 09 NOVEMBER 2016 | 12:57 WIB | LAPORAN:

Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitas Jalan Daerah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Soebagyo, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Soebagyo bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek jalan di Maluku dan Maluku Utara pada Kemenpupera.

Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, menjelaskan keterangan Soebagyo dibutuhkan untuk pelengkapan berkas perkara tersangka eks Kepala Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary.


"Yang bersangkutan jadi saksi untuk tersangka AHM," ucap Yuyuk saat dikonfirmasi, Rabu (9/11).

Selain Soebagyo, KPK juga memeriksa Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kemenpupera, Hedy Rahadian, dan Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Kemenpupera, Gani Ghazali Akman.

Lalu ada juga seorang pegawai negeri sipil bernama M. Syafriyudin Maradjabessy selaku Ketua periode 2015-2016 pada PJN wilayah II Maluku Utara BPJN IX Maluku dan Maluku Utara, dan Endang yang merupakan Pegawai negeri sipil Bagian Kepegawaian dan Ortala Sekretariat Ditjen Bina Marga Kemenpupera.

Selajutnya, Eni Anggraeni yang merupakan pegawai negeri sipil sekaligus Kepala Bagian Kepegawaian dan Ortala Sekretariat Ditjen Bina Marga Kemenpupera, dan Sadaarih Ginting selaku Kepala Sub Direktorat Pemantauan Dan Evaluasi Direktorat Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Kemnepupera.

"Mereka juga jadi saksi untuk tersangka AHM," ujar Yuyuk.

Dalam kasus ini KPK telah menyeret tiga anggota Komisi V DPR, yakni Damayanti Wisnu Putranti, Budi Supriyanto, dan Andi Taufan Tiro.

Selain tiga wakil rakyat, KPK juga menjerat empat orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adalah Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary, Abdul Khoir serta dua staf Damayanti, yakni Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya