Berita

Net

Nusantara

Potensi Perikanan Dan Pertanian Sulsel Belum Optimal Dikembangkan

SELASA, 08 NOVEMBER 2016 | 21:04 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dinilai masih belum optimal mengembangkan potensi ekonomi dari sektor perikanan dan pertanian. Sehingga, hal itu berdampak pada kesejahteraan petani dan nelayan yang masih memprihatinkan.

"Kuncinya ada di pemda. Meski banyak peluang yang bisa dimanfaatkan tapi kalau tidak ada yang mengurusnya percuma. Padahal banyak pos-pos anggaran untuk pemberdayaan petani dan nelayan di APBN," jelas anggota Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung dalam keterangannya, Selasa (8/11).

Menurut Tamsil, Kabupaten Takalar seharusnya menjadi daerah percontohan sektor pertanian karena kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Dirinya juga pernah membuat pilot project untuk pemberdayaan petani dan nelayan pada saat periode pertama di parlemen pada 2004-2009.


Jika ada kemauan yang jelas dari Pemkab Takalar, seharusnya angka kemiskinan dan pengangguran tidaklah tinggi yaitu berjumlah 400 ribu kepala keluarga dari 700 ribu KK. Artinya, hampir 50 persen kepala keluarga di Takalar hidup dalam kemiskinan.

"Solusinya masyarakat harus diberdayakan lewat peningkatan kualitas SDM dan bantuan modal usaha, sehingga terciptalah lapangan pekerjaan yang banyak. Jika masyarakat produktif bekerja maka tidak ada pengangguran. Angka kemiskinan juga akan berkurang," jelas Tamsil.

Selain itu, Tamsil juga menyoroti persoalan pendidikan di Kabupaten Takalar. Menurut Tamsil, untuk mengubah nasib suatu masyarakat maka pendidikan harus diperhatikan. Diharapkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah, serta kualitas guru dan sekolah harus terus ditingkatkan.

"Saya sudah membangun beberapa sekolah percontohan. Karena saya ingin melahirkan generasi unggulan yang bisa bermanfaat buat masyarakat. Hanya lewat pendidikan kita bisa mengubah nasib menjadi lebih baik," pungkas politisi PKS dari Dapil Sulsel I tersebut. [wah] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya