Berita

Net

Bisnis

Jaga Harga Pangan, Pemerintah Jangan Kalah Dengan Pasar

SENIN, 07 NOVEMBER 2016 | 19:26 WIB | LAPORAN:

Pemerintah seharusnya tidak boleh kalah dengan mekanisme pasar dalam mengendalikan harga komoditas bahan pangan.

Pengamat ekonomi pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menjelaskan, sistem yang dibangun pasar adalah dunia usaha dengan tujuan mencari keuntungan sebanyak mungkin. Untuk itu, pemerintah sebagai pelindung konsumen dan penjaga kesejahteraan petani harus mampu menjaga harga pangan.

"Pemerintah seharusnya berani masuk menjaga harga di pasar. Pemerintah tidak boleh kalah dengan mekanisme pasar yang suka memainkan harga pangan," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/11).


Khudori mengakui bahwa setiap pasar pasti sudah memiliki sistem tertentu dan jaringan cukup kuat. Karena adanya sistem dan jaringan maka pasar dengan mudahnya mengkondisikan harga jual bahan pangan. Untuk itu, pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat hal tersebut. Pemerintah seharusnya berani masuk dan mengubah sistem yang ada.

"Sistem lama yang dibangun di pasar cukup menekan petani dan konsumen sehingga pemerintah harus berani mengambil langkah cepat," jelasnya.

Khudori menilai, langkah pemerintah membuat sistem lain di luar mekanisme pasar yang ada tidak akan dapat menyelesaikan masalah harga pangan.

"Kalau pemerintah ingin menjaga harga agar tetap stabil harus masuk dan memperbaiki sistem pasar yang ada. Dan mulai mengendalikan harga," tegasnya. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya