Berita

Foto: EuroMed Rights

Dunia

Aljazair Larang Misi Kemanusiaan EuroMed Rights

JUMAT, 04 NOVEMBER 2016 | 11:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Organisasi kemanusiaan EuroMed Rights dilarang memasuki teritori Aljazair. Pemerintah Aljazair tidak memberikan visa kunjungan bagi anggota organisasi yang memiliki markas besar di Kopenhagen itu.

EuroMed Rights adalah jaringan organisasi kemanusiaan yang terdiri dari sekitar 80 organisasi dari berbagai negara di belahan bumi.  Organisasi ini berdiri pada tahun 1997, dalam sebuah pertemuan di Barcelona, Spanyol.

Pada September 2014 EuroMed Rights mengunjungi Sahara Barat dalam misi yang berkaitan dengan hak negara dan kemerdekaan. Laporan detil mengenai penelitian mereka telah dipublikasikan tak lama setelah kunjungan itu.


Kini EuroMed Rights ingin mengunjungi Kamp Tindouf yang berada di wilayah Aljazair. Kamp Tindouf menjadi markas kelompok Polisario yang mengklaim kemerdekaan Sahara Barat dari Maroko. Sejumlah orang Sahrawi berada di kamp itu dan tidak memiliki kebebasan untuk melakukan perjalanan.

Misi kedua ini dikerjakan bersama dengan Komisi Nasional SAhrawi untuk HAM (Conasadh), dan di dalam misi ini aktivis EuroMed Rights berharap bisa bertemu dengan pemerintah dan LSM lain di lapangan, juga agensi pariwisata dan perjalanan.

Dalam web resmi organisasi itu disebutkan, ini akan menjadi peluang untuk berhubungan langsung dengan individu-individu yang menyaksikan atau menjadi korban dari kekerasan terhadap HAM di tempat itu.

Tak mudah bagi anggota EuroMed Rights untuk mendapatkan visa memasuki Aljazair. Selalu saja ada alasan yang diberikan.

Pada upaya ketiga mendapatkan visa, dan di saat visa untuk semua aktivis EuroMed Rights sudah diberikan, mendadak Kedutaan Aljazair di Brussels menyatakan bahwa visa-visa itu dibatalkan. Padahal waktu keberangkatan tinggal beberapa hari lagi.

Hingga kini, pihak Aljazair belum memberikan penjelasan mengenai pembatalan itu.

"Misi ini tidak akan berlangsung (karena pelarangan dari Aljazair), terlepas bahwa pada paktanya misi ini mendapatkan dukungan penuh dari otoritas Sahrawi," tulis EuroMed Rights.

Dengan pelarangan ini, EuroMed Rights tidak akan bisa memverifikasi situasi sebenarnya mengenai HAM dan kebebasan pengungsi di Tindouf. Juga tida bisa menginvestigasi tudingan pelanggaran HAM yang terjadi di sana.

"Sangat disayangkan, otoritas Aljazair mementahkan investigasi ini," demikian ditambahkan. [dem] 

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya