Berita

Bisnis

Produk Anak Bangsa Ini Dijamin Bisa Tangkal Kejahatan

Data Sebagai Aset, Perlu Diamankan
JUMAT, 04 NOVEMBER 2016 | 02:54 WIB | LAPORAN:

. Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini menawarkan berbagai macam dampak positif bagi penggunanya.

Namun perkembangan teknologi informasi juga dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan tindak kejahatan (cyber crime). Sebagai contoh cyber crime seperti mengambil akun orang lain, memasukkan hidden program, membuat zombie (menyerang orang lain dengan akun yang lain), atau mencuri data/informasi.

Menjawab masalah itu, salah satu perusahaan swasta Indonesia, PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK) menawarkan teknologi antisadap pengamanan data yang sepenuhnya dibuat dan dikembangkan anak bangsa. Pada Indo Defence 2016, ICK merilis dua produk terbarunya Email Guard dan IndoSign (Digital Signature).


Presiden Direktur ICK, Agung S Bakti menjelaskan, di era digital seperti sekarang, data menjadi pusat informasi utama dan menjelma sebagai aset berharga tambang emas modern. Oleh karena itu, Email Guard dan IndoSign diluncurkan untuk mengantisipasi dan menangkal kejahatan pengambilan data penting perseorangan, kelompok hingga negara.

"Email Guard adalah layanan secure email yang menerapkan metode pengacakan data (enkripsi) pada saat proses pengiriman email. Sehingga informasi yang dikirimkan melalui layanan ini terjaga kerahasiaannya. Adapun IndoSign merupakan platform untuk mendistribusikan dokumen digital secara aman. Pengguna hanya memerlukan peramban modern untuk membuka dan menandatangani dokumen," papar Agung didampingi Direktur Riset dan Pengembangan Sujoko, dan Direktur Teknologi Dahniar Wisnu Paramita di lokasi peluncuran, Jakarta, Kamis (3/11).

Agung menambahkan, surat elektronik (email) dan tanda tangan digital (digital signature) untuk saat ini tidak luput dari serangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Target serangan ini bisa individu atau organisasi, di mana penyerang bisa membuka lampiran dokumen dan mengganti data informasi yang dikirimkan.

"Tidak jarang pelaku kejahatan mengatasnamakan dirinya sebagai orang lain untuk mengelabuhi target korbannya. Email Guard mampu mengetahui keaslian email pada setiap pesan masuk yang diterima oleh pelanggan," terang Agung.

Sementara itu, Sujoko memastikan, seluruh produk ICK dilengkapi dengan teknologi enkripsi kuat standar militer yang telah dimodifikasi untuk meningkatkan level keamanannya.

Enkripsi versi ICK, kata Sujoko, memberikan tingkat keamanan dan privasi yang lebih tinggi bagi setiap pengguna Email Guard dan IndoSign. Jadi ketika pengguna melakukan aktivitas seperti mengirim email atau melakukan penandatangan digital, data dilindungi dengan keamanan berlapis.

"Data dipastikan benar-benar aman dari serangan atau man in the middle attack," sambungnya.

Dahniar menambahkan, meskipun diproduksi dan dikembangkan sepenuhnya oleh anak bangsa, ICK menjamin produk besutannya sangat kompetitif dan sangat berkualitas.

"Seluruh produk ICK dijamin anti audit, anti forensik dan tidak dapat dilacak," ucapnya.

Produk-produk yang dikembangkan ICK selain untuk perlindungan keamanan kepentingan swasta dan pemerintah sipil, menurut Dahniar, juga dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan kepolisian, lembaga intelijen dan militer. Bahkan, ICK telah membangun manufaktur mesin sandi pertama Indonesia untuk memproduksi beberapa perangkat keras antisadap besutannya kawasan BSD Tekno Tangerang Selatan.

"Butuh kesadaran bersama atas ancaman kejahatan di dunia cyber. Terutama kesadaran untuk mengamankan data informasi yang dipandang memiliki nilai strategis dan nilai kedaulatan baik yang berkaitan dengan kalangan masyarakat, pemerintah, sipil, militer dan dunia usaha," tambah Agung. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya