Berita

Politik

Habib Rizieq: Pancasila dan NKRI Harga Mati

KAMIS, 03 NOVEMBER 2016 | 23:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Demonstrasi yang akan digelar Jumat siang (4/11) di depan Istana Negara sama sekali tidak mengusung isu negara Islam. Demonstrasi itu hanya untuk memperjuangkan kedaulatan hukum yang tampaknya diinjak-injak oleh penguasa, dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Habib Rizieq menyadari bahwa ada upaya dari sementara kalangan untuk  membelokkan isu dan memelintir kegiatan yang diperkirakan diikuti oleh lebih dari 100 ribu massa itu sebagai demonstrasi anti kelompok agama tertentu dan etnis tertentu. Juga ada yang mengatakan aksi 4/11 itu adalah aksi untuk mendukung khilafah Islamiyah.

Pelintiran dan penyesatan itu harus diluruskan, kata Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq ketika menerima kunjungan pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) Rachmawati Soekarnoputri di kediaman Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta, Senin (31/10).


Penyesatan ini dilakukan untuk menakuti-nakuti masyarakat dan memecah belah persatuan bangsa.

"Ada yang plintir demonstrasi nanti adalah demonstrasi anti keturunan China dan anti Kristen," kata Habib Rizieq.

"Itu tidak benar. Karena bagi kami Pancasila dan NKRI adalah harga mati. Demikian juga UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika," demikian Habib Rizieq. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya