Berita

Bisnis

Berstatus BUMN Termuda, Inalum Miliki PLTA Sendiri

KAMIS, 03 NOVEMBER 2016 | 15:48 WIB | LAPORAN:

PT Inalum merupakan BUMN termuda yang dimiliki Indonesia saat ini. Sebelumnya, Inalum berdiri dari PMA (Penanaman Modal Asing) investor Jepang sebanyak 58 persen. Tapi sejak Desember 2013, Inalum dimiliki oleh pemerintah Indonesia 100 persen.

Kegiatan usaha Inalum adalah mengoperasikan pabrik alumunium yang mengelola alumina menjadi alumunium. Alumunium ini sendiri bersumber dari biji bauksit yang cadangannya sangat besar dimiliki Indonesia. Sayangnya, Indonesia belum memiliki tempat refinery (pemurnian) alumina sehingga bahan baku alumunium harus impor.

Direktur Utama PT Inalum, Winardi Sunoto, mengungkapkan, Inalum yang berada di Sumatera Utara memiliki PLTA sendiri untuk menjalankan operasi alumunium smelter. Hal ini karena industri alumunium adalah industri yang paling boros menggunakan energi listrik.


"Satu ton alumunium itu memerlukan sekitar 14 ribu kilowatt hour. Jadi, kalau 1 kilowatt misalnya Rp 1000, biaya listriknya sendiri sudah Rp 14 juta dalam 1 ton alumunium," kata Winardi dalam forum BUMN 2016, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis, (3/11).

Sejak menjadi BUMN, prioritas pasar Inalum adalah pasar domestik. Dulu, pada saat masih dimiliki Jepang, 60 persen alumunium diekspor ke Jepang dan 40 persen untuk di dalam negeri.

"Sejak jadi BUMN, semaksimal mungkin kita jual ke dalam negeri," kata Winardi.

Pasar alumunium dalam negeri sekitar 800 ribu ton per tahun. Inalum memproduksi hanya sekitar 260 ribu ton per tahun. Artinya, Indonesia masih banyak mengimpor alumunium, sehingga potensi industri alumunium masih sangat terbuka lebar dengan probabilitas cukup baik saat ini.

Pada tahun 2025, perkiraan demand di Indonesia sekitar 1,36 juta ton. Namun di saat itu, diperkirakan produksi Indonesia baru bisa mencapai 1 juta ton, dengan asumsi Inalum melakukan ekspansi pada tahun 2021 meningkat menjadi 500 ribu ton, dan pada 2025 menjadi 1 juta ton.

"Artinya masih ada kesenjangan besar antara kebutuhan dan suplai," urainya.

Ke depan, Inalum akan terus melakukan pengembangan. Untuk meningkatkan produksi menjadi 1 juta ton, Indonesia membutuhkan sumber energi yang cukup besar, diperkirakan 1.500 megawatt. Industri alumunium yang boros energi, mengharuskan lokasi smelter berada di lokasi yang dekat dengan sumber energi murah. Karena itulah Inalum akan membangun lagi pabrik di Kalimantan Utara, untuk meningkatkan kapasitas produksi alumunium.

"Dengan PLTA berpotensi cukup besar, maka Inalum akan mendapatkan sumber energi listrik besar dengan harga kompetitif. Saya rasa akan ada investor yang bangun PLTA di sana (Kaltara)," demikian Winardi. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya