Berita

Bisnis

Menteri Bambang: BUMN Penting Dalam Capaian SDGs

KAMIS, 03 NOVEMBER 2016 | 11:52 WIB | LAPORAN:

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro secara resmi membuka Forum BUMN 2016 bertajuk '2 Tahun Mewujudkan Nawa Cita.'

Di hadapan para stakeholder BUMN, Bambang menyampaikan tentang Suistainable Development Goals (SDGs) yang sesuai dengan program pemerintah tentang pembangunan yang berkelanjutan, dan komitmen seluruh anggota PBB di tahun 2015, yang ditargetkan tercapai di tahun 2030.

Menurut Bambang, dari sekian banyak aspek dalam SDGs, BUMN merupakan korporasi yang berperan sebagai agen pembangunan. Bersama dengan birokrasi atau pemerintah, BUMN menjadi motor penggerak pembangunan.


"BUMN tetap berjalan dengan aspek korporasi, tapi tetap ada aspek pembangunan yang melekat pada peran BUMN," kata Bambang di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (3/11).

Peran sebagai agen pembangunan, lanjut Bambang, sebaiknya dimainkan melalui operasi bisnis di masing-masing bidang, yakni lewat Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kita akan coba bikin, BUMN terlibat dalam SDGs, sejalan dengan Nawacita," ujar Bambang.

Ia mengingatkan para stakeholder BUMN bahwa SDGs merupakan komitmen dunia, yang wajib tercapai di tahun 2030, atau 14 tahun dari sekarang. SDGs mencakup 17 goals, 179 target dan 241 indikator. BUMN harus bergerak cepat untuk mendukung SDGS,  untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.

"Pengalaman Milenium Development Goals dulu, 15 tahun tak terasa cepat sekali berlalu," kata Bambang lagi.

Mantan Menteri Keuangan ini juga mengingatkan, SDGs sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) hingga 2019 mendatang. Oleh karena itu, ia meminta adanya koordinasi antara BUMN dengan pemerintah untuk mencapai SDGs.

"Kordinasi diperlukan karena harus melibatkan semua pihak. Pihaknya pertama, pemerintah dan parlemen, kedua bisnis dan filantropi, ketiga civil society dan terakhir para pakar," kata Bambang.[wid]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya