Berita

Foto/Net

Bisnis

Pemanfaatan Teknologi Nuklir Makin Dibutuhkan Industri Nasional

KAMIS, 03 NOVEMBER 2016 | 09:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penggunaan teknologi nuklir untuk industri saat ini makin dibutuhkan, manfaat yang dihasilkan rupanya mampu memberikan dampak positif un­tuk berbagai sektor industri.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Djarot Sulistio Wis­nubroto mengungkapkan, saat ini sudah banyak sektor industri yang mulai memanfaatkan nuk­lir. Dia menyebut saat ini priori­tas nuklir digunakan untuk sek­tor indutri pangan, obat-obatan, elektronik, dan energi.

Dajarot mengatakan, sektor pangan saat ini menjadi prioritas utama pemanfaatan teknilogi nuklir. Dengan teknologi nuklir pelaku usaha bisa melakukan pemrosesan pangan dengan ionisasi radiasi dengan tujuan menghancurkan mikroorgan­isme, bakteri, virus, atau se­rangga yang terkandung dalam makanan


"Pemanfaatan nuklir secara keseluruhan di Indonesia sangat banyak, prioritas yang pertama kami unggulkan adalah untuk pan­gan," kata Dajarot kepada Rakyat Merdeka, di kawasan Puspitek, Tangerang Selatan, kemarin.

Manfaat lain yang bisa di­hasilkan adalah untuk medis. Aplikasi medis dari teknologi nuklir dibagi menjadi diag­nosis dan terapi radiasi, pera­watan yang efektif bagi pend­erita kanker. Pencitraan (sinar X dan sebagainya), penggunaan Teknesium untuk diberikan pada molekul organik, pencarian jejak radioaktif dalam tubuh sebelum diekskresikan oleh ginjal, dan lain-lain.

"Kita memiliki reaktor re­source yang bisa menghasilkan atau menciptakan bahan yang berguna untuk pabrik obat," terangnya.

"Tapi tetap kita (Batan) tidak boleh komersial tapi melalui BUMN yang bergerak di bidang obat-obatan," jelas Djarot.

Kepala Pusat Sains Dan Teknologi Bahan Maju Batan, Gunawan menambahkan, saat ini teknologi nuklir juga diman­faatkan untuk industri otomotif. Hal ini menunjukkan peman­faatan teknologi nuklir untuk industri semakin banyak walau belum sesuai harapan.

Salah satu industri otomotif yang hingga kini bekerjasama menggunakan teknologi nuklir adalah PT Astra Otoparts tbk. "Kami menciptakan komponen baterai dengan teknik nuklir untuk mengkarakterisasi kom­ponen baterai," kata Gunawan.

Dia juga menyebut saat ini nuklir juga dimanfaatkan untuk perusahaan yang bergerak di bi­dang pengecoran hingga pengo­lahan logam. Hasil produksinya kata dia bisa digunakan untuk penguatan barang berbahan logam. Pihaknya juga sudah bekerjasama dengan perusahaan untuk pengerasan gear logam.

"Nanti bahan gear dipanaskan sehingga nanti sifatnya bisa lebih keras sehingga bisa lebih tahan lama dan tidak mudah haus," tuturnya.

Nuklir juga digunakan untuk penggunaan bahan magnet untuk industri cat. Produksi cat yang diciptakan tidak semba­rangan tapi dari hasil penelitian dan penambahan zat melalui teknologi nuklir.

"Misalnya untuk kapal, kami manfaatkan hasil penelitian nuklir dengan bahan magnet yang hasilnya bisa digunakan untuk mengecat bodi kapal, sehingga kapal itu nantinya anti radar musuh atau tidak terdeteksi musuh," jelas Gunawan.

Sementara, Deputi Kepala Batan Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir Efrizon Umar mengatakan, manfaat nuklir yang sudah pasti adalah untuk sektor energi.

Dia menjelaskan, energi nuk­lir adalah tipe teknologi nuklir yang melibatkan penggunaan tekendali dari reaksi fisi nuk­lir untuk melepaskan energi, termasuk propulsi, panas, dan pembangkitan energi listrik. "Energi nuklir diproduksi oleh reaksi nuklir dengan berbagai proses bisa menghasilkan energi listrik," terangnya.

Dia menilai, penerimaan masyarakat terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir semakin baik. Itu terlihat dari hasil jajak pendapat tahun lalu, sebanyak 75,3 persen dari 4 ribu responden tersebar di Indonesia menerima PLTN. Ini meningkat ketimbang hasil survei tahun sebelumnya, sebesar 72 persen.  ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya