Berita

Net

Bisnis

Garam Lokal Belum Bisa Penuhi Kebutuhan Industri CAP

SELASA, 01 NOVEMBER 2016 | 16:46 WIB | LAPORAN:

Kebutuhan garam lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan industri chlor alkali plant (CAP).

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono tidak membantah jika kebutuhan garam lokal untuk industri CAP belum memadai. Menurutnya, dalam industri CAP yang mengolah bahan baku menjadi bahan kimia lain butuh kualitas yang tinggi dan spesifikasi, serta jumlah yang besar. Jika menggunakan garam lokal ada keterbatasan. Baik dalam segi kualitas serta jumlah dalam memenuhi kebutuhan.

"Untuk industri CAP ini jumlah dan kualitasnya masih sulit dipenuhi oleh garam lokal," kata Achmad saat dikonfirmasi, Selasa (1/11).


Meski demikian, kebutuhan garam lokal untuk industri rumahan, industri kecil menengah, industri makanan masih bisa terpenuhi. Pemerintah, lanjut Achmad, terus berupaya dan mendorong akan meningkatkan kualitas garam. Salah satunya dengan membuat extensifikasi lahan baru hingga tensifikasi peningkatan kualitas penggaraman.

Menurutnya, secara bertahap, peningkatan kebutuhan garam untuk industri besar perlahan bisa terpenuhi. Pihaknya juga mengharapkan agar garam lokal diberikan tempat. Di mana, saat ini sudah ada pabrik pemrosesan garam.

"Secara bertahap harus didayagunakan industri lokal. Saat ini sudah ada pabrik pemrosesan garam oleh Unichem yang mampu mencapai kualitas tinggi walaupun masih mahalnya produk akhir. Sehingga hanya industri tertentu bisa menggunakan produknya, seperti untuk keperluan farmasi dan industri makanan dan minuman tertentu yang mempunyai spesifikasi sangat konsisten," pungkas Achmad. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya