Berita

Foto: Net

Bisnis

Gawat, Sampah Plastik Terbesar Di Dunia Disumbang Indonesia

SELASA, 01 NOVEMBER 2016 | 09:44 WIB | LAPORAN:

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomar) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Denmark dan World Bank menyelenggarakan Konferensi Sampah Plastik pertama selama tiga hari, 1-3 November 2016, di Hotel Pullman, Jakarta.

Konferensi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian atas bahaya sampah plastik. Hadir 200 peserta dari berbagai sektor yang berhubungan dengan manajemen sampah baik dalam maupun luar negeri, serta ahli sampah plastik dunia dan organisasi-organisasi dunia yang konsen terhadap sampah plastik juga pencemaran laut.

Agenda utama konferensi sampah plastik ini adalah meningkatkan managemen pengelolaan sampah plastik di pantai dan laut di Indonesia.


Penelitian terakhir menunjukkan bahwa peredaran sampah plastik di laut di seluruh dunia akan melebihi jumlah ikan di laut pada 2050. Perkiraan secara global, Indonesia akan menghasilkan 1,29 juta ton sampah plastik ke laut setiap tahunnya. Ini membuat Indonesia menjadi negara penghasil sampah plastik di laut terbesar di dunia bersama China, Filipina dan Vietnam.

Jika negara-negara ini mengurangi sampah plastik di laut hinga 75 persen saja, berarti mengurangi sekitar 45 persen sampah plastik di laut di seluruh dunia.

Secara umum, 80 persen sampah plastik di pantai dan laut berasal dari sampah rumah tangga atau pemukiman warga. Hal ini semakin didukung dengan kurangnya sistem dan dana untuk mengelola sampah.

Sebagai negara maritim, peredaran sampah plastik tentu akan berdampak terhadap sektor pariwisata, perkapalan, dan perikanan jika tidak ditanggulangi dengan baik. Penanganan atas pencemaran laut juga membutuhkan biaya yang tinggi. Sebuah studi dari Asia-Pacific Economic Coorperation (APEC) di tahun 2008 memperkirakan biaya untuk mengatasi pencemaran laut adalah sekitar 1.3 Miliar dollar.

Indonesia, selama ini aktif berpartisipasi secara global untuk kampanye peningkatan kesadaran dan pengelolaan persoalan sampah plastik di laut, terakhir Indonesia berperan serta dalam Our Oceans Summit di Washington DC, dan APEC High Level Meeting On Marine Litter di Tokyo, September 2016.

Kemenko Maritim melalui Marine Plastics Debris Summit ini juga akan menjadi langkah awal untuk mempersiapkan pengembangan Rencana Aksi Nasional terkait persoalan sampah plastik di laut, dan akan di bawa ke World Oceans Summit di Bali, Februari 2017 mendatang.

Para peserta konferensi hari ini (Selasa, 1/11) melakukan field trip menuju Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu dan Bantar Gebang, Bekasi untuk melihat langsung peredaran sampah utamanya sampah plastik. Peserta yang berasal dari negara Eropa ini sekaligus melakukan city tour untuk mengenal pengelolaan sampah plastik laut di Jakarta.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya