Berita

Di Depan Wakil Ketua MPR, Gempari Serukan Cabut Mandat Presiden

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 17:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Puluhan organisasi yang terhimpun dalam Gerakan Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Kembali ke UUD Tahun 1945 (Gempari) menemui Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (28/10).

Salah satu tokoh Gempari, Ratna Sarumpaet, mengatakan bahwa kedatangan mereka memang sengaja bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Mereka hadir untuk menyampaikan keprihatinan bahwa selama ini banyak hak yang dimiliki warga negara, terutama hak mengeluarkan pendapat, dianggap tidak ada oleh negara.

Banyak permasalahan yang ada saat ini dianggapnya telah melampaui batas, salah satunya kasus dugaan penistaan agama oleh calon gubernur DKI Jakarta (incumbent), Basuki Purnama atau Ahok.


Ratna mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini sudah sangat buruk. Saking buruknya situasi ekonomi tak jarang rakyat menggadaikan barang-barangnya untuk menyambung hidup.

Lebih jauh, Gempari secara tegas menolak rencana amandemen kelima terhadap UUD NRI Tahun 1945 dan menuntut agar Indonesia kembali ke UUD Tahun 1945 yang asli.

"Kita salah kalau tidak menyikapi hal ini," ujarnya.

Selain menuntut kembali ke UUD Tahun 1945 yang asli, Gempari juga menyuarakan aspirasi untuk mencabut mandat Presiden dan Wakil Presiden yang berkuasa sekarang.

"Ini fakta yang harus kita tempuh," ujarnya.

Menanggapi aspirasi Gempari, Hidayat Nur Wahid menyatakan hak setiap rakyat untuk menyampaikan pendapatnya tidak boleh diabaikan oleh negara.

Dikatakannya pula bahwa UUD NRI Tahun 1945 justru memberi ruang yang luas agar konstitusi dapat diamandemen. Hidayat pun menegaskan niat MPR untuk menghidupkan kembali GBHN. Dengan menghidupkan kembali GBHN berarti MPR kembali ke dalam semangat UUD Tahun 1945.

Soal ide mencabut mandat Presiden dan Wakil Presiden, Hidayat Nur Wahid mengemukakan bahwa UUD NRI Tahun 1945 telah mengatur ketat syarat-syarat pemakzulan Presiden RI.

Hidayat Nur Wahid menyatakan menerima petisi dan tuntutan dari Gempari, selanjutnya akan membawanya ke rapat-rapat di tingkat pimpinan dan fraksi dan Kelompok DPD di MPR RI. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya