Berita

Mahyudin: Sosialisasi Empat Pilar Memperkuat Nasionalisme

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 16:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tepat di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin memberi pengantar sosialisasi Empat Pilar MPR kepada mahasiswa di Gedung Juang 45, Sukabumi, Jawa Barat. Dia berharap sosialisasi Empat Pilar MPR ini bisa memperkuat kebangsaan dan jiwa nasionalisme mahasiswa.

Sosialisasi diikuti sekitar 300 mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (IMTSI), BEM STMIK Nusa Mandiri Sukabumi, Senat Mahasiswa BSI Sukabumi. Acara juga dihadiri wali kota Sukabumi, ketua DPRD Sukabumi, serta anggota Fraksi Partai Golkar Hardisoesilo dan Dewi Asmara sebagai narasumber.

Dalam pengantarnya, Mahyudin menjelaskan sosialisasi Empat Pilar MPR merupakan tugas dari MPR sesuai amanat Undang-Undang 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Dalam UU itu, MPR mensosialisasikan Empat Pilar MPR yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara dan Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.


"Mengapa kita sosialisasikan Empat Pilar MPR. Karena tantangan kebangsaan kita semakin kompleks. Salah satunya sering terjadi pemahaman keagamaan yang kurang baik sehingga orang mudah dihasut dan muncul paham radikalisme, menimbulkan paham terorisme dan ada tantangan munculnya kesukuan yang semakin kuat," jelasnya.

Dalam negara Pancasila, lanjut Mahyudin, paham-paham seperti itu harus dihilangkan.

"Tantangan itu yang harus kita selesaikan. Sosialisasi Empat Pilar bisa mengatasi tantangan itu. Apalagi menjelang Pilkada ini, isu-isu sara sering dimunculkan yang berpotensi memecahbelah masyarakat. Sosialisasi Empat Pilar ini menjadi momen yang tepat. Saya berharap kita bisa menahan diri dan mengedepankan kebersamaan," katanya.

Mahyudin berharap mahasiswa Sukabumi yang mengikuti sosialisasi Empat Pilar MPR ini bisa memperkuat jiwa kebangsaan.

"Dengan sosialisasi ini bisa menambah kuat nasionalismenya. Sehingga ketika menjadi pemimpin bangsa ini dengan nasionalisme yang kuat tidak menipu negara," ujar politisi Golkar tersebut. [wah]  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya