Berita

Foto/Humas MPR

Omongan Pemimpin Itu Tidak Memecah Belah Persatuan

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 07:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Di Balai Warga Taman Villa Sawo, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis malam (27/10), ratusan warga berkumpul. Diantara warga itu ada Pak Lurah, Babinsa, Babinkamtibmas, para Ketua RW dan Ketua RT.

Mereka berada di balai warga ditengah gerimis yang turun sejak sore itu untuk mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Sosialisasi yang dijaga oleh Satpol PP itu sangat istimewa sebab Ketua MPR Zulkifli Hasan yang langsung memberikannya.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Pak Lurah, dan siraman rohani oleh tokoh agama, Zulkifli memberikan sosialisasi.


Dalam sosialisasi itu Zulkifli menggunakan metoda interaktif dengan warga. Dirinya bertanya, apakah budaya musyawarah saat ini melemah atau menguat. Pertanyaan itu dijawab oleh warga dengan mengatakan, melemah.

Kemudian Zulkifli bertanya lagi apakah peran pemerintah dalam mewujudkan sila kelima Pancasila "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia", melemah atau menguat. Pertanyaan itu lagi-lagi dijawab dengan mengatakan, melemah.

Menanggapi hal yang demikian, Zulkifli mengatakan telah terjadi pelemahan terhadap nilai-nilai Pancasila. "Inilah yang terjadi akibat orang tidak tahu Pancasila," ujarnya.

Ia mengatakan bila kita memahami Pancasila maka kita akan mengedepankan musyawarah bila ada perbedaan pendapat.

Lebih lanjut dikatakan Zulkifli, bila kita memahami Pancasila maka perilaku kita disinari cahaya ilahi nilai-nilai ketuhanan, tutur kata yang teratur, dan setiap ucapan tidak memecah belah persatuan.

"Kata-kata yang diomongkan harus mempersatukan. Kalau ada perbedaan pendapat harus dimusyawarahkan," tegasnya seperti dalam rilis Humas MPR.

Dalam kesempatan itu Zulkifli mengkritik sikap pemimpin termasuk di dalamnya kepala daerah yang perilakunya tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti bersikap otoriter, tidak mengedepankan musyawarah, dan tutur katanya memecah belah masyarakat. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya