Berita

Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng IPB Kembangkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 02:54 WIB | LAPORAN:

Untuk lebih meningkatkan operasional dan layanannya, BPJS Ketenagakerjaan menjalin kerjasama institut Pertanian Bogor (IPB)  mencari solusi perkembangan Jaminan Sosial, khususnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke depan.

"Mahasiswa yang nantinya merupakan calon pekerja, sangat perlu diberikan bekal pemahaman mengenai jaminan sosial agar ke depan mereka mengetahui arti penting dan hak mereka dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, usai bersama dengan Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc menandatangani nota kesepahaman di Bogor, Kamis (27/10).

Kerjasama yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dengan IPB terkait tiga hal yaitu, penelitan, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.


Kerjasama dalam bidang penelitian dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dengan IPB untuk melakukan riset bersama terkait di bidang jaminan sosial khususnya terkait aktuaria.

Saat ini riset di bidang aktuaria sangat penting dalam rangka memberikan dasar pengambilan kebijakan BPJS Ketenagakerjaan terkait sustainability kecukupan dana bagi BPJS Ketenagakerjaan terutama program Jaminan Pensiun (JP).

Dengan jumlah penduduk produktif yang cukup besar karena faktor bonus demografi,  Formulasi Aktuaria untuk JP membutuhkan perhitungan yang matang,  menghindari  kebangkrutan seperti terjadi di negara-negara lain.

Dalam bidang pendidikan dilakukan dengan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) BPJS Ketenagakerjaan akan bekerjasama dalam mendidik karyawan dan calon karyawan yang direkrut secara khusus dalam pendidikan aktuaris dan tidak menutup kemungkinan  untuk program bisnis dan manajemen.

Sementara dalam hal pengabdian masyarakat, kerjasama yang dilakukan terkait dengan sosialisasi program dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi mahasiswa IPB selama masa program IPB Goes to Field.  Dengan pembekalan materi program dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, para mahasiswa program IPB Goes to Field dapat menyampaikan informasi terkait jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan tempat mereka melaksanakan program itu.

"Selain itu juga mereka dapat menjadi Ambassador BPJS Ketenagakerjaan, seperti yang sudah kami lakukan agar masyarakat di sekitar mereka mendapatkan informasi pentingnya program perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan," imbuhnya.

Agus Susanto didampingi Direktur Umum dan SDM, Naufal Mahfudz yang juga alumni IPB lebih lanjut mengatakan, dengan melakukan kerjasama dalam beberapa hal tersebut, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat pekerja akan lebih optimal serta akan berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaannya di lapangan. [zul]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya