Berita

Zulkifli Hasan

Indonesia Akan Maju Bila Kembali Pada Nilai Luhur Bangsa

KAMIS, 27 OKTOBER 2016 | 08:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Indonesia bisa menjadi bangsa besar dan maju apabila kembali kepada nilai-nilai luhur yang dimiliki. Nilai-nilai luhur itu adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Kalau kita kembali pada nilai-nilai luhur itu, kita yakin Indonesia bisa besar dan maju. Begitu juga sebaliknya, Indonesia belum menjadi bangsa yang besar dan maju karena telah meninggalkan nilai-nilai luhur itu," kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan ketika membuka Kongres Pemuda Indonesia bersama Jong Indonesia sekaligus sosialisasi Empat Pilar MPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/10).

Kongres dan sosialisasi itu diikuti sekitar 300 pemuda pemudi perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.


Menurut Zulkifli, sebuah bangsa bisa besar dan maju bila menguasai ilmu pengetahuan. Tetapi ilmu pengetahuan saja belum cukup perlu ada trust.

"Tetapi Adam Smith mengatakan kemajuan bangsa terpulang pada budaya. Budaya adalah nilai-nilai," katanya.

Zulkifli mengungkapkan selain memiliki sumber daya alam, keragaman, dan kekayaan lainnya, Indonesia juga memiliki nilai-nilai luhur.

"Kita punya nilai-nilai luhur. Kita punya Pancasila, konstitusi, nilai-nilai luhur sejarah bangsa sendiri," katanya.

"Nilai-nilai luhur yang diyakini membuat Indonesia akan menjadi besar dan maju. Dengan kata lain, kita tidak maju karena kita meninggalkan nilai-nilai luhur itu," imbuhnya.

Sekarang, lanjut Zulkifli, Pancasila tidak lagi menjadi pandangan hidup. Pancasila terancam lumpuh. Sebagai bukti tumbuh subur radikalisme dan intoleran.

"Kita mesti merevitalisasi kembali nilai-nilai luhur itu. Dalam kongres ini, pemuda perlu membahas bagaimana mengembalikan nilai-nilai luhur bangsa itu menjadi perilaku," pinta Zulkifli.

"Jadilah pemuda Pancasilais. Yaitu perilaku yang disinari cahaya ilahi, memanusiakan manusia, menjaga persatuan, musyawarah mufakat, dan mewujudkan keadilan sosial. Kalau kembali pada nilai-nilai luhur itu kita akan besar dan maju bersama-sama," imbuhnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya